Belajar Bersyukur Dari Hal-hal yang terkecil

Nikmatnya diambil kontan, syukurnya nyicil. Postingan di Blogcamp edisi Jum’at 29 Juni 2012 kali ini sungguh sangat bermanfaat sekali dan patut untuk kita renungkan. Dimana, Pakdhe mengisahkan seorang Lathi Wiyar yang telah menghasilkan bermilyar-milyar rupiah dari proyeknya, namun masih enggan untuk segera bersyukur atas apa yang dianugerahkan oleh Tuhan. Sepertinya hal seperti itu memang tidak jauh-jauh terjadi pada kebanyakan orang, termasuk juga saya sendiri. Kurangnya bersyukur atas apa yang telah Allah berikan.

Syukur, suatu kata yang sangat simpel sekali untuk diucapkan. Namun akan sangat terasa  berat dalam pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Syukur menurut orang-orang yang sudah ahli bersyukur, katanya merupakan kunci kebahagiaan dalam menjalani hidup ini.

Berbicara mengenai masalah syukur, saya jadi teringat akan suatu kajian pada suatu pekan tentang cerita masalah syukur ini. Kira-kira ceritanya seperti ini.

Dikisahkan, ada seseorang suatu hari pergi ke surga dan seorang malaikat menemani dan menunjukkan keadaan di surga. Mereka berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarnya berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Alloh  diterima”.

Orang itu melihat-lihat sekeliling tempat ini dan didapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian orang itu dan malaikat berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah mereka pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan nikmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Mereka melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangatkecil. Yang sangat mengejutkan orang itu, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun.

“Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikat pelan. Orang itu tampak malu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyanya.

“Menyedihkan”, Malaikat menghela napas. ” Setelah manusia menerima nikmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”.

“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas nikmat Allah?”, tanyanya.

“Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Yg paling sederhana & ringan adalah cukup berkata, “Terima kasih, ya Allah”.

Kurang lebih ceritanya seperti itu.

Syukur itu suatu perkara yang mudah, namun bisa menjadi tidak begitu mudah untuk diterapkan. Mudah sekali untuk mengatakan bersyukur, namun bisa terasa sulit sekali untuk merealisasikan rasa syukur itu.

Bersyukur memang harus dilatih terus menerus, agar bisa menjadi suatu kebiasaan. Awalnya mungkin memang susah, makanya pada awalnya mungkin perlu “pemaksaan” sedikit agar mau menjadi pribadi yang pandai bersyukur. Kita harus bisa membiasakan diri membuka mata hati untuk mampu melihat agar bisa melatih diri kita untuk bisa bersyukur.

Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri? Semuanya yang kita miliki, semuanya yang sedang kita hadapi, semua yang sedang kita rasakan, harus kita syukuri.

Darimana dan sejak kapan harus mulai belajar bersyukur? Dari mulai dari sekarang dan bisa dilakukan sejak kita bangun dari istirahat malam (tidur). Perlahan kita belajar untuk bisa bersyukur dari hal-hal yang kecil. Bersyukur bukan hanya selalu identik dengan nikmat yang berupa harta benda.

Ketika bangun dari tidur, itu pun bisa dijadikan sarana untuk belajar bersyukur dari hal yang sangat kecil. Coba kita mulai berfikir ketika bangun tidur, betapa sayangnya Allah sama kita, ternyata masih diberi kesempatan untuk menikmati udara pagi kembali setelah semalaman tertidur pulas dalam keadaan tak sadar. Kita tidak akan pernah tahu saat diri ini tak sadarkan diri, tapi ternyata di pagi ini kita diberi kesempatan untuk bisa menikmati udara pagi-Nya kembali. Bukankah itu suatu nikmat yang sangat luar biasa? dan tentunya wajib untuk kita syukuri.

Beranjak siang, ketika duduk di meja makan menikmati sarapan pagi. Jadikan sarapan pagi ini pun sebagai media untuk belajar bisa bersyukur. Alhamdulillah kita ucapkan pada Allah, meskipun sarapan hanya nasi putih, lauk tempe dan sambal. Karena di luar sana masih banyak saudara-saudara kita yang belum tentu bisa menikmati sarapan pagi.

Kemudian menuju tempat kerja. Jangan pernah sekalipun mengeluh atas pekerjaan yang kian menumpuk, karena mengeluh bisa jadi itu adalah bentuk tidak mensyukuri nikmat Allah. Syukuri dan nikmati saja pekerjaan itu dengan bijak. Karena tidak kah kita sadari bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang kebingungan mencari pekerjaan.

Jika kita tidak memiliki uang sama sekali, namun masih ada sodara, sahabat ataupun tetangga yang mau meminjami kita uang, berarti kita masih beruntung, karena mereka masih mempercayai kita dengan meminjaminya uang. Sebab di luar sana banyak orang yang sudah tidak bisa dipercaya lagi.

Jadi, mari kita belajar untuk bisa menjadi manusia-manusia yang pandai bersyukur dengan dimulai dari hal-hal yang kecil. Namun juga harus optimis untuk bisa lebih jauh lagi bagaimana caranya mensyukuri nikmat-Nya. Bersyukur harus dimulai dari sekarang, apapun bentuk nikmat itu. Jangan sampai ditunda-tunda. “Bersyukurnya nanti ajalah nunggu kaya”. Lah, kalau tidak pernah kaya-kaya, jadi ga mau bersyukur gitu. Bukan seperti itu tentunya. Nikmat-Nya tidak selalu dalam bentuk harta benda. Namun bila semuanya dirasa sudah bisa, dari hal-hal yang terkecil kiranya sudah mampu, tentu saja harus ada peningkatan dalam menyikapi bersyukur ini. Setelah dengan ucapan, tingkatkan dengan tindakan, maksudnya jika telah mampu, bersyukur tentu saja bukan hanya sekedar mengucapkan “Alhamdulillah” semata.

Mari kita nikmati hari-hari kita ini dengan indah. Renungkan dan syukuri berkah yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Dan marilah kita satu sama lain, untuk saling mengingatkan agar bersama-sama belajar untuk menjadi pribadi-pribadi yang pandai bersyukur, dan dijauhkan dari sifat kufur.

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”  (QS An Naml (27): 19)

“Terima kasih, ya Allah! Alhamdulillah, atas anugerah-Mu dengan mengirimkan aku begitu banyak sahabat-sahabat yang istimewa untuk saling berbagi.”

Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu .”

Artikel ini untuk menanggapi artikel BlogCamp berjudul ‘Nikmatnya Diambil Kontan Syukurnya Nyicil‘, tanggal 29 Juni 2012.

11 comments

  1. Sahabat tercinta,
    Saya telah membaca artikel anda dengan cermat.
    Artikel anda segera didaftar.
    Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Surabaya.

  2. Indah nya bersyukur.. 😀

  3. mechtadeera · · Reply

    Ya Allah..aku merasa malu membaca kutipan kajian itu, Mab… Thx sudah mengingatkan lewat tulisan ini. Semoga kini, esok & selamanya kita bisa menjadi ummatNYA yg pandai bersyukur ya… Nice post nih..(as always..) dan smoga sukses di kontes pakde ini ya..

  4. iya betul sekali. kita kadang kurang bersyukur apa yang sudah kita dapat.

    event ngeblog: menulis di blog dapet android, ikutan yuk!

  5. Terimakasih Mas Mab, ilustrasi tsb sangat kami suka tuk mengingatkan panjangnya daftar pinta dan nihilnya hatur syukur trimakasih. salam

  6. menarik artikelnya …makasih udah share ya…:)

  7. Bener banget ya, jika kita bersyukur, Allah pasti akan menambahkannya. Itu artinya jangan rakus yaa jadi manusia😀

  8. Weleh weleh.. Begini ya.. Ketika Orang Berilmu memberikan Ilmunya hanya ada 1 Kalimat “Semoga ilmu itu Berguna Untuk Orang Lain”..🙂

  9. Semangat.. Semangat untuk indonesia dan para blogger semuanya.. Ayo kita menulis dan berbagi..🙂

  10. Tina Latief · · Reply

    belakangan ini banyak yang ganti tampilan blog yah…
    suka suka..
    alhamdulillah belakangan ini banyak hal-hal yang patut disyukuri secara berlebihan mas..

  11. betul pak! besyukur sepanjang waktu. Semakin banyak bersyukur, semakin banyak anugerah yg Allah SWT beri!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: