Istiqomah Setelah Ramadhan

Istiqomah stelah ramadhanRamadhan telah berlalu, dan sekarang sudah memasuki bulan Dzulqo’idah. Sebulan lebih kita telah meninggalkan Ramadhan tahun ini. Bulan yang penuh barokah, dimana hampir seluruh umat muslim di dunia, berlomba-lomba beribadah untuk mendapat berkah pahala di bulan Ramadhan yang memang berlipat ganda, tentu saja tak ketinggalan berlomba-lomba untuk mendapatkan malam lailatul qodr.

Kini, semuanya telah berlalu. Tiada lagi dijumpai riuhnya suasana masjid atau mushollah yang penuh dengan jamaah. Tak ada lagi ditemui tilawah qur’an yang bersahutan dari menara masjid satu ke menara masjid yang lain. Ramadhan telah berlalu, andaikan aku tahu siapakah yang diterima (amal ibadahnya) maka kami memberikan ucapan selamat kepadanya, dan siapakah yang ditolak (amal ibadahnya) maka kami mengucapkan ta’ziyah kepadanya. Ramadhan telah berlalu, bagaimana setelah Ramadhan?

Apakah kita hanya sekedar menjadi Romadhoniah? Sedangkan yang memerintahkan untuk beribadah di bulan Ramadhan adalah Dia juga yang memerintahkan kepada kita untuk beridadah di bulan lain selain Ramadhan.

Tentu saja ini menjadi bahan renungan, khususnya untuk diri saya sendiri. Apa yang saya lakukan setelah Ramadhan berlalu? Apakah dengan berlalunya Ramadhan, juga berlalu pula semangat beribadah ketika di bulan Ramadhan? Jika memang demikian yang terjadi, tentu saja keberkahan Ramadhan tidaklah saya dapati. Sebab salah satu tanda diterimanya amal sholeh, maka akan diikuti oleh amal sholeh lainnya secara terus menerus. Seandainya setelah Ramadhan kemudian ibadahnya menjadi lesu lagi, berarti berkah Ramadhan sama saja tidak saya raih.

Namun, saya dan tentu saja kita terus berharap kepada Allah, semoga saja Allah menerima amalan ibadah kita ketika Ramadhan. Dan kita memohon kepada Allah untuk menjaga keistiqomahan kita dalam beribadah, sebagaimana semangatnya kita dalam beribadah ketika di bulan Ramadhan.

Sholat wajib, sholat sunnah, sholat malam, tilawah tadabur qur’an, shodaqoh, semoga tidak hanya kita lakukan ketika Ramadhan, namun kita mohon bimbingan Allah untuk bisa meneruskan dan meningkatkannya setelah Ramadhan berlalu. Kita ramaikan lagi musholla dan masjid kita. Kita semarakkan lagi kajian-kajian islam, kita tingkatkan lagi tilawah dan tadabur qur’an, kita tingkatkan lagi infaq shodaqoh kita. Dengan demikian, semoga kita bukan hanya sekedar menjadi manusia Romadhoniah, tapi benar-benar menjadi generasi Robaniyah. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: