Kalau memang benar-benar rindu

Lamaaa jemari ini tak menari merangkai kata. Sampai bingung mau memulainya lagi… Ehmm, apa yaaah??

rindu ramadhanBaiklah, kali ini mari kita berbicara tentang RINDU. Ada yang sedang rindu? atau sedang dirindukan?? Heheh, pasti senang dong kalau seandainya bisa saling rindu dan merindukan, misalnya rindu dengan sahabat, rindu dengan orangtua, rindu dengan suami/istri.

Berbicara mengenai Rindu ini, pasti semua akan menjawab, “iya, saya merindukannya”. Merindukan apaa? Merindukan RAMADHAN. Yang bener aja Brur, masih bulan Muharram sudah ngomongin ramadhan. Yaa, mungkin seperti itulah tanggapan orang2 seandainya kita membicarakan ataupun mengungkapkan rasa rindu kita pada Ramadhan. Ya emang bener sih, masih jauhlah untuk mencapai Ramadhan.

ย Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita rindu pada Ramadhan?

Pasti semua akan menjawab, “Iyaa, kami rindu Ramadhan”

Pertanyaan selanjutnya, “Benarkah kalian rindu Ramadhan? Apa buktinya kalau kalian rindu Ramadhan? Apa tindakan nyata kalian kalau memang rindu Ramadhan? Apakah hanya sekedar bilang ‘aku rindu Ramadhan, aku akan senang menantikan datangnya Ramadhan’. Hanya sekedar itu kah?”

Kalau hanya sekedar kata mah, tak usah dirindukan juga pasti akan datang menghampiri kita, tak usah dinanti juga pasti akan datang, tak usah dikhawatirkan sebab Ramadhan pasti akan bergulir selama dunia ini belum kiamat. Yang perlu dikhawatirkan adalah apakah usia kita akan sampai untuk berjumpa dengan Ramadhan yang nanti pasti akan menghampiri umat manusia??

Jadi, sudah sepatutnya bukan hanya sekedar kata saja kita merindukan Ramadhan. Layaknya kekasih (yg sudah syah tapi yaa.. hehe), ataupun layaknya kepada orang-orang yang kita cintai (ortu, keluarga, sahabat, teman), jika terbentang jarak dan waktu tentu saja akan ada rasa rindu. Dan untuk mengobati rasa rindu itu tentu saja berjumpa dengan mereka. Tapi dalam masa penantian yang menjadikannya galau dirundung kerinduan itulah, pasti mereka2 akan melakukan berbagai cara untuk sekedar sedikit mengobati rasa rindu itu. Ada yang dengan melihat foto2 orang yg dicintai, ada yang bolak-balik membaca pesan dan nasehatnya, ada yang mengingat-ingat saat2 bersama, dsb. Nah dengan itu, diharapkan rasa rindu yang datang bisa sedikit terobati, sekaligus sebagai wujud nyata bahwa kita memang benar-benar merindukannya. Dengan benar2 kita merindunya, itu berarti kita benar2 mencintainya. Bukan cinta kalau tak merindu kan katanya yaaah????๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Sama pula dengan Ramadhan ini. Kalau memang benar2 cinta Ramadhan, maka kita pasti merindukannya. Kalau kita merindukan Ramadhan yang masih jauh akan menghampiri kita, tentu saja kita harus melakukan tindakan2 nyata untuk mewujudkan rasa rindu pada RAmadhan itu.

Caranya??!!

Hidupkan Suasana Ramadhan. Jadikan hari-hari biasa kita seperti hari-hari pada bulan Ramadhan.

Bisa???!!

Bisa laah, meskipun tak mungkin sa’pleeekk sama persis kaya bulan Ramadhan. Tapi setidaknya bila mampu menghidupkan suasana Ramadhan pada hari2 biasa kita, itu bisa menjadi obat kerinduan kita pada Ramadhan dan juga sebagai bukti bahwa kita memang benar-benar merindukannya.

Gampang saja kok. Ibadah2 yang giat saat Ramadhan, kita bawa kembali saat-saat di luar Ramadhan.

Shalat Fardhu kita usahakan untuk selalu berjamaah di masjid/mushola, usahakan tepat waktu pula.

Tadarus/tilawah tetap kita lantunkan setiap malam. Meskipun intensitasnya tak sebanyak saat Ramadhan, tapi usahakan setiap harinya jangan sampai melewatkan untuk membaca Alqur’an.

Shalat sunah dihidupkan kembali. Shalat malamnya juga. Kalau Ramadhan saja kita bisa kuat sampai 11 ataupun 23 Raka’at, masa sih untuk sekedar 2 rakaat saja kita tak mampu di luar Ramadhan?

Pun dengan puasanya. Saat Ramadhan saja bagi yg laki-laki nih ya misalnya, bisa full satu bulan, masa sih untuk sekedar setiap bulan 3 hari atau seminggu 2 kali saja gak mampuu??? Harusnya kan seperti itu yaaah??๐Ÿ˜€

Shodaqoh juga gitu diperbanyak lagi intensitasnya. Meskipun sedikit yang penting rutin & ikhlas kan ya?? hehehe

Ya seperti itulah, jadi intinya jangan hanya sekedar RINDU saja kalau tanpa pembuktian nyata. Memang sih, sepertinya itu akan terasa berat. Tapi ya jangan bilang berat kalau belum pernah mencoba melakukannya. Nanti kalau dari diri sendiri sudah bisa sedikit demi sedikit melaksanakannya, kemudian ajak juga tuh orang2 terdekat kita untuk mewujudkan rasa Rindu pada Ramadhan ini. Keluarga, teman, sahabat. Dan bila itu semua bisa melakukannya,, beeuhh subhanallah yaah, hari-hari biasapun bisa terasa seperti Ramadhan. Kolak jadi tidak ada hanya bulan Ramadhan saja,, hehehe

Yuuukk, aahh, mari kita wujudkan Rindu kita pada Ramadhan dengan saling mengingatkan dan memotivasi untuk menghadirkan Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari kita. Insya Allaah…

Gambar: dari sini

6 comments

  1. harus rindu ramadhan dong, tidak terasa ya setengah tahun ramadhan berlalu dan setengah tahun lalu mudah2an bisa sampai ke ramadhan berikutnya

  2. aku juga sering rindu ramadhan. Kagnen tadarus bersama2 di masjid dan tarawish.
    Kangen dengar sura klotekan juga.

    Kalau bukan ramadhan, jarang ada anak2 atau orang tua yang tadarus di masjid, Pak.๐Ÿ˜‰

  3. kangen Ramadhan karena cuma Ramadhan bisa sholat maghrib, Isya & Shubuh berjamaah bareng suami & anak.

  4. kangen……….

  5. Merindukan ramadhan, menghadirkan ramadhan dalam keseharian. Ikut menikmati pencerahannya Mas. salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: