Memantaskan diri

Pantaskah hanya dengan meminta tanpa mau memperbaiki diri??

Gambar: Fatma alemadi photography

Meskipun Allah maha pengasih, penyayang, kaya, pemberi rizki, tentu saja tak selamanya kita (saya) hanya dituntut untuk meminta terus apa yang saya inginkan, namun tanpa adanya perbaikan diri untuk bisa lebih baik lagi dalam berhubungan dengan Allah SWT.

Saat saya minta sesuatu pada orang tua, umumnya kalau orangtuanya bijak, tentu saja anak minta sesuatu pun tidak serta merta diturutin begitu saja bukan? Pasti adalah sedikit tuntutan dari orangtua kepada anaknya. Misalnya harus nurut kalau diperintah, ataupun harus bisa seperti ini kalau mau dikasih ini, dan sebagainya.

Begitupun dengan Allah SWT. Sebelum meminta alangkah baiknyaย  melihat diri sendiri dulu. Bercermin pada diri sendiri sebelum meminta pada Allah. Sudah pantaskah saya minta ini padaNya, sedangkan saya masih seperti ini adanya.

Apakah pantas, saya minta diberi jodoh yg sholeh/sholeha, sedangkan diri ini pun masih jauh dari kata sholeh/sholeha. (Pantas sih pantas ding ya, siapa sih yang ga mau jodoh yg sholeh/a? hihihi). Maksudnya adalah, apa iya Allah akan mengabulkan permintaan begitu saja yang begitu dahsyatnya, minta jodoh yg sholeh/a, tapi diri ini pun masih amat jauh untuk dikatakan sholeh/a.

Apakah Allah akan mengabulkan begitu saja saat kita meminta keberkahan hidup, diperlancar rizki, dipermudah segala urusan dan sebagainya dan sebagainya, sedang ibadah kita saja masih seperti2 ini saja. Yang wajib saja masih bolong2, ingat Allah saja saat lagi kesusahan, ga tau Allah ada pada urutan ke berapa dalam jiwa raga kita.

Kalau diumpamakan, kita ini diibaratkan sebuah wadah yang siap menampung apa2 yang diberikan oleh Allah SWT dengan limpahan rahmat kasih sayangNya. Kalau kita diibaratkan sebuah wadah, jadi sebelum menerima apa2 yang diberikan oleh Allah adalah wajib bagi kita untuk menyiapkan wadahnya dulu, agar apa yang diberikan oleh Allah nantinya tidak tumpah ruah berceceran sehingga malah akan menjerumuskan kita.

Gampangannya, kalau kita masih hanya sebatas gelas, tentu saja maksimal air yang dituangkan ke dalam gelas tersebut adalah maksimal sampai ke batas bibir gelas. Kalau terus ditambah, tentu saja akan luber berceceran sia-sia. Begitupun kita, kalau masih hanya sebatas gelas, janganlah minta agar Allah memberikan sebanyak gayung. Kecuali kalau kita sudah nyiapin wadahnya dulu minimal sudah mengganti gelas itu menjadi gayung. Syukur-syukur sudah ember sekalian.

Sebab bisa saja kan ya, saat iman masih lemah tapi mintanya yang terlalu dahsyat, dan ternyata Allah mengabulkan, bisa jadi apa yang telah didapat malah nantinya akan lebih menjatuhkan iman kita lagi. Megang duit 10ribu saja sombongnya sudah minta ampun, apalagi kalau megang duit lebih dari itu. Gampangannya kan begitu. Atau contoh lain, lagi hidup sederhana seperti ini, ibadahnya giat, rajin ke masjid, eh karena imannya ternyata masih lemah, begitu minta sama Allah, ya Allah saya minta mobil dan kemudian dikabulkan, ndilalahe dia dilalaikan oleh mobil tersebut. Setiap ada panggilan sholat, malah seneng jalan2 pake mobil ke sana kemari. Bisa sja seperti itu.

Jadi, perbaiki dulu sebelum meminta lebih kepada Allah SWT. Tiada kata terlambat untuk bersama-sama belajar memperbaiki diri untuk bisa lebih baik lagi dalam berhubungan dengan Allah SWT….. (muhasabah diri)

*bermuhasabah diiringi dengan senandung Edcoustic – Aku ingin mencintai-Mu setulusnya

34 comments

  1. Agung Rangga · · Reply

    mari memantaskan diri menjadi lebih baik lagi~๐Ÿ™‚

    1. mariiiii..๐Ÿ˜€

  2. memberi dan menerima ya mas, kita harus selalu bersyukur dulu pada Allah

    1. yups bu, penting adalah bersyukur atas apa yang diberi ALlah SWT

  3. Sepakat Mab, ga mungkin minta diberi batu gunung kalo kita hanya pantas memikul kerikil ya *halah*.

    Semangaaat๐Ÿ˜‰

    1. hihih,,, betul ituu,, baru bisa ngangkat kerikil ya akan lebih baik bila mintanya ya sebatas kerikil.๐Ÿ˜€

  4. ALLAH Maha Tahu apa yang kita butuhkan, ikutan bang Brur deketan ame ALLAH๐Ÿ™‚
    makasiih muhasabahnye bang..

    1. spti si lobang idung yg butuh upil ya, atau sebaliknya… kqkqkqk

  5. Mengapa Allah tak mengabulkan doa dan ikhtiar yang dilakukan? pertanyaan ini lebih sering muncul manakala tak segera terwujud apa yang diupayakan, tanpa berfikir adakah hal lain yang belum terpenuhi sehingga Allah menunda atau bahkan menolak permintaan kita, salah satunya adalah apakah kita telah merasa layak untuk meminta dan menerima apa yang kita minta.

    Matur nuwun atas pengingatnya, Mas.

    1. betul sekali bi, kebanyakan maunya nuntut selalu dikabulin doanya, tanpa adanya perbaikan diri.

  6. Sipp Mas Mabrur,,kenali dulu siapa kita, baru menyesuaikan apa kebutuhan kita dengan memohon kepada_Nya,,tapi jangan sampai kita putus asa dalam berdo’a memohon kepada_Nya๐Ÿ™‚

    1. betul betul betul
      tak boleh itu kita berputus asa..๐Ÿ˜€

  7. LIke this yo..
    bener banget..saya percaya banget bahwa apa yang terjadi pada kita sudah digariskan sama Allah…sesuai dengan kebutuhan kita…rasanya kita nggak akan pernah jadi orang bersyukur kalo selalu meminta & meminta..tanpa kita melihat hikmah dan juga nikmat yang telah diberikan Allah swt kepada kita..

    1. intinya harus selalu besyukur ya mam.๐Ÿ˜€

  8. mechtadeera · · Reply

    Bagus, Mab… Yo tulisane, yo lagune…๐Ÿ™‚

    1. heheheh, ,senang banget mba sama lagu ini..๐Ÿ˜€

  9. subhanallah, dapat hikmah pagi ini…
    yang sering terdengar justru, “Allah kan Maha Kaya, minta yang banyak…jangan tanggung2.”
    gak kepikiran jika harus memantaskan diri

    syukron

    1. sama-sama,
      smoga kita bisa saling mengingatkan utk bisa lebih mendekatkan diri padaNya

  10. Salam Kenal Ya Untuk Semuanya..๐Ÿ™‚

  11. Ummu El Nurien · · Reply

    aku sering berkata kepada diriku , bagi Allah memang mudah memberi , tapi bagi ku belum tentu sanggup menerima …
    terimakasih Mab muhasabahnya…

    1. betul skali ummi, tiada yang sulit bagi Allah, dan ternyata diri kita inilah yang tak sanggup menerima semua apa yang diberi oleh Allah

  12. Terimakasih pencerahannya ya mas, bagian dari pembelajaranNya. Salam

    1. sama-sama bu, saling mengingatkan aja bu..๐Ÿ˜€

  13. terasa sejuk sekali membaca posting ini. rasanya ada banyak hal yang harus terus menerus saya perbaiki. terimakasih inspirasinya mas๐Ÿ™‚

    1. sama-sama mas,, saling mengingatkan..๐Ÿ˜€

  14. jleb..jleb….
    makasih sudah diingatkan mas,
    suka sangat sama lagunya, lama ga denger lagu ini jd langsung ngubek gudang lagu pribadi

    1. hihih,, suka juga sama lagu ini?๐Ÿ˜€

  15. mari berkaca dan memilih yang paling baik dan pantas untuk diri kita,,,

    1. mariii,, dan tentunya yang diberi oleh Allah itulah yg terbaik

  16. namanya manusia, akan selalu kurang kurang dan kurang. hehehehe
    sedikit nasehat smoga selalu bermanfaat buat kita semua.๐Ÿ˜€

    1. heheh,, betul itu, apakah itu karena fitrha manusia??๐Ÿ˜€

  17. Jadi inget note temenku, tentang ayat “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin”. Dia mengartikan bahwa kita harus beribadah dulu sebelum meminta pertolongan, bukan meminta pertolongan trus setelah ditolong baru beribadah. Makjleb lah buat anak bandel macam aku ini.

  18. masyaALLAH…betul sekali..ayo pantaskan diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: