Dear Pahlawanku – Sebulir Nasi Putih, Secarik Surat Untuk Petani

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Teriring salam dan do’a, semoga Bapak/Ibu selalu dalam keadaan sehat, diberi kelancaran dalam menjalani rutinitas sehari-hari, serta selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT. Aamiin.

Untukmu yang aku sebut Pahlawan,

Sejenak diri ini tertegun saat melihat sebulir nasi putih yang tercecer di atas meja makan. Kupandangi dengan seksama, kuperhatikan dan kuresapi apa yang mampu membuat diriku ini tertegun dibuatnya. Dari sebulir nasi yang tersisa di meja makan ini, baru aku menyadari bahwa aku telah melakukan suatu kesalahan besar terhadapmu, sebulir nasi putih di meja ini telah menyadarkanku bahwa ternyata aku telah menyia-nyiakan segala perjuangamu. Betapa hinanya diri ini karena tak mampu menghargai segala jerih payah perjuanganmu. Oleh karenanya, sudilah kiranya engkau memaafkan diriku ini duhai Pahlawanku.

Duhai Pahlawanku,

Seharusnya aku mampu untuk bisa lebih jeli lagi melihat perjuanganmu. Engkau telah berjuang sejak negeri ini masih dalam masa penjajahan, bahkan hingga kini saat bangsa telah merdeka, tiada hentinya engkau terus berjuang untuk mencukupi segala kebutuhan penduduk negeri ini. Ucapan terimakasihpun rasanya tak akan mampu membalas atas semua jasa-jasamu.

Aaah Pahlawanku, seharusnya engkau menjadi salah satu “Pahlawan” yang sesungguhnya di Negeri ini. Berdiri sejajar dengan Pak Jenderal yang gigih dalam bergerilya ataupun dengan pahlawan-pahlawan lainnya yang telah merelakan jiwa raganya untuk kemerdekaan negeri ini.

Sungguh Pak/Bu, perjuanganmu saat ini justru semakin berat. Engkau berjuang bahkan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk seluruh penduduk Negeri ini. Mungkin kebanyakan dari engkau, tak tahu kalau Negeri kita ini dijuluki sebagai Negara Agraria. Bahkan apa arti agraria pun engkau tak tahu. Iya, memang engkau tak perlu tahu apa itu arti agraria. Bagimu yang penting adalah terus berjuang untuk bisa mencukupi kebutuhan pangan seluruh penduduk negeri ini.

Justru, kamilah yang tahu dan bangga akan sebuah kata “Agraria” yang melekat pada bangsa kita ini, namun kami pula yang telah merusak dan perlahan menghancurkannya. Sebuah Negara Agraria, sebuah negara yang bertumpu pada sektor pertanian, seharusnya mampu membuat kaum tani menjadi lebih makmur kehidupannya. Kaum tani seharusnya mendapat perhatian yang lebih bagus lagi. Namun apa yang terjadi sekarang Pak/Bu? Sudah makmurkah kehidupan para petani-petani kita?

Jangankan untuk mencukupi kebutuhan penduduk Negeri ini, sekarang untuk mencukupi kebutuhan keluarga saja, rasanya begitu sulit. Perjuanganmu sekarang memang lebih berat dan penuh liku-liku. Jerit hatimu tak mampu didengar oleh penguasa negeri ini. Ketika engkau berjuang demi mencukupi kebutuhan penduduk negeri ini, dihadang oleh bermacam rintangan cuaca dan hama yang tiada menentu serta menghadapi para tengkulak yang merajalela, para penguasa di atas sana yang bangga dengan predikat agraria di negeri ini justru menambah permasalahan dengan memutuskan kebijakan-kebijakan yang malah tidak berpihak untuk kaum tani. Mau dibawa kemanakah negeri ini oleh mereka? Apakah mau dijadikan negeri yang konsumtif? Aah, percuma saja negeri ini menjadi sebuah negeri agraria kalau hanya sebagai negeri yang konsumtif.

Tahukah engkau Pak Tani dan Ibu Tani, kebijakan dengan mengimpor kebutuhan pangan itupun ternyata tak hanya merugikan engkau, namun juga kami semua penduduk negeri ini. Karena bila kami harus memakan beras impor itupun harus dibeli dengan harga yang lebih mahal. Sungguh ini merugikan kita semua sebagai penduduk negeri tercinta ini.

Satu hal yang aku takutkan sekarang adalah, apabila hal tersebut membuat semangat Bapak/Ibu tani memudar. Aku takut bila Bapak/Ibu Tani jenuh dan bosan dengan keadaan ini, sehingga dengan terpaksa merelakan lahan-lahan pertaniannya dijual kepada para pemborong untuk kemudian mereka dirikan perumahan, pusat perbelanjaan, pabrik-pabrik ataupun gedung-gedung lainnya. Aku tak bisa membayangkan bila itu terjadi Pak/Bu. Bumi ini akan menjadi seperti apa? Karena sekarang pun bumi ini sudah sangat panas. Apalagi bila ditambah dengan bangunan-bangunan yang mereka dirikan dari lahan pertanian yang Bapak/Ibu jual kepada mereka. Bumi ini akan makin membara Pak/Bu, tiada lagi kesejukan dalam hidup ini nantinya.

Jadi, aku mohon kepada Bapak/Ibu Tani, untuk tetap bersemangat. Aku yakin Bapak/Ibu tak akan mudah berputus asa. Aku mau bumi ini tetap hijau dengan aneka jenis tanaman yang Bapak/Ibu olah. Terus hamparkan ladang nan menghijau di bumi ini hingga anak cucu nanti pun masih bisa merasakannya. Tak usah engkau risaukan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah tentang pertanian, karena mereka tidak tahu cara-cara bertani yang baik seperti yang bapak/Ibu kerjakan. Bapak/Ibu justru lebih tahu tentang cara bertani yang baik, jadi mari kita sama-sama buktikan kepada mereka, bahwa kita mampu untuk bisa mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri. Kebijakan pemerintah itu kita lawan dengan bukti nyata di ladang, bahwa kita masih mampu mencukupi kebutuhan pangan sendiri.

Bapak/Ibu Tani Pahlawanku,

Tetaplah semangat menjadi seorang petani, tetaplah bangga menjadi seorang petani. Kalaupun sekarang yang terjadi masih jauh dari harapan, bersabarlah Pak/Bu. Kita sama-sama berdo’a dan terus berusaha, karena itu adalah satu-satunya jalan terbaik untuk menyelesaikan segala permasalahan. Serahkan segalanya kepada Tuhan yang Maha Esa. Aku yakin suatu saat nanti bila waktunya Tuhan pasti akan mengangkat derajatmu, memuliakanmu di dunia ini, bahkan di akherat kelak.

Tetap semangat Pak/Bu, kembalikan kejayaan para petani negeri ini, ajarkan anak cucu dan generasi muda untuk bisa menjadi petani yang handal pula di masa yang akan datang. Percayalah, aku masih bangga memakan bulir-bulir nasi yang engkau hasilkan. Aku masih bangga merebus daun singkong yang dihasilkan dari kebunmu, dan aku akan terus bangga membuat sup dari wortel yang dihasilkan oleh tetesan keringatmu.

Bapak/Ibu Tani Pahlawanku,

Meskipun aku hanya bisa berkata-kata, namun aku yakin, engkau akan mampu membawa kejayaan kembali Negeri ini. Engkau akan kembalikan lagi kedigdayaan Negeri Agraria ini. Angkat cangkulmu tinggi-tinggi, dan hujamkan dalam-dalam ke lahan pertanianmu. Jadikan butiran-butiran putih berasmu sebagai kilauan permata di negeri ini.

Demikian yang bisa aku sampaikan kepada Bapak/Ibu Tani, semoga akan segera datang secercah harapan terang yang lebih baik di masa yang akan datang. Jayalah Pertanian Indonesia. Aamiin.

Sirampog, 10 November 2011

Salam,

Dari Aku, pecinta hasil tanimu.

**********

“Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Lozz, Iyha dan Puteri

Sponsored by :

Blogcamp|LittleOstore|Tuptoday|Lozzcorner|Rumahtramoiey

Photo: Koleksi Poto-poto Pribadi

Song By: Endang S. Taurina- Petani Tua

103 comments

  1. Prihatin jg saat nasi dibuang sia2. Padahal para petani bersusah payah utk menghasilkannya. Semoga kita lebih peduli trhdp para petani.🙂
    Orang tua sy jg petani, hehe..

    1. nah itu yang sering terjadi tanpa kita sadari mas..😀
      Pokoknya petani kita adalah orang yang hebat, mereka pahlawan buat kita

  2. selamat hari pahlawan🙂

    1. selamat hari pahlawan juga mba..😀

  3. Postingan yang mendirikan bulu roma dan terperangah di sisi kehidupan yang tak mengenal tanda jasa, untuk petani dengan bulir2 padinya, untuk buruh dengan karung2 dipundaknya, untuk orang2 yang mengais rejeki tapi demi kemaslahatan orang banyak……sejatinya engkaulah pahlawan yang pantas untuk dihargai dan kemakmuran adalah hak semua orang di negeri ini…!!!

    Salam Pahlawan
    Jangan pernah berhenti untuk bersimpati dan berempati..🙂🙂🙂

    1. yang terpinggirkan dan terlupakan,, sudah seharusnya kita mulai membuka mata hati lebar-lebar bahwa di lingkungan kita sebenarnya banyak sekali para pahlawan2 yang hingga saat ini masih terus berjuang untuk kemaslahatan bersama.
      Kita beri semangat dan doa untuk para petani2 kita pak..😀

  4. Perjuangan yang tinggi malah terbalaskan dengan banyaknya impor apa saja… hmm.. semangat selalu pak tani

    1. ada apa sebenarnya dengan negeri ini ya mas? birokrasi yang salah atau emang petaninya yang kurang paham..😀

  5. Ehem, sepertinya surat ini menang lg lho Mab, keren soalnya😉

    1. hiihh ,, aamiin deh bun, makasih doanya…
      ditunggu juga surat dari bunda buat pahlawannya..😀

  6. Aku nggak habis pikir, kenapa kita mesti ngimpor beras ya? Padahal dulu kita pernah jadi lumbung pangan dunia. Kemana semua keberhasilan itu? Kemana… kemana.. kemana….

    Keren, Mab! Setuju dengan Orin, calon pemenang nih…🙂

    1. nah itu dia bu,,
      kayaknya salah alamat hinga nyasar entah kemana tuh hasilnya..😀

      hehe,,, punya bu Dew juga kerenn,,
      semoga sama2 sukses bu

  7. Ayahku juga seorang petani, saya bangga dengan beliau.

    1. semua keluarga saya petani pak,,
      pokoknya kita kudu bangga sama petani2 kita, karena mereka telah banyak berjasa kepada negeri ini

  8. selamat hari pahlawan ……….
    semoga kedepannya ada perbaikan hidup bagi para petani kita senusantara , walaupun mungkin masih jauh pangang dr api, namun tak ada salahnya utk tetap berharap, ya khan Ruri ?🙂

    semoga sukses diacara ini
    salam

    1. aamiin,, mudah2an bun,,
      melalui momen hari pahlawan ini, semoga saja ada titik terang ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang, sehingga semua aspek kehidupan di negara ini makmur semuanya.

      aamiin,, makasih bunda..

  9. Habiskan Nasimu

    1. sippp mas riez,,
      kalau ga habis, ntar ayamnya mati..😀

  10. aaah, ,bagus2,, saya belum ikutan😦 banyak kerjaan

    1. hihihi,, utamakan pekerjaan…
      tapi kan ada satu hari pas weekend mba…😀

  11. Hmmm…sumpah surat ini bagus banget Mas,,boleh copas nih untuk Bapak dan Ibu saya, biar beliau tau siapa beliau,

    Semoga menang Mas..tapi kyok’e surat ini akan menang deh hehehe

    1. hhehe,, silahkan aja kang,,,
      itu buat seluruh petani Indonesia, pokoknya yang merasa sebagai petani wajib kudu bangga😀😀
      aamiin, makasih kang

  12. Saya beberapa kali menemukan kecintaan mas Mabruri pada profesi petani di posting blog ini. Dan saya suka. Saya juga bangga sekaligus prihatin pada para petani. pahlawan yang masih banyak menderita sampai sekarang. Padahal jasanya kita nikmati setiap hari.
    Maaf baru meninggalkan jejak siang ini meski sudah membacanya tadi pagi.
    Semoga menang, ya….

    1. karena kebetulan saya tinggal di masyarakat yang berdomisili sebagai petani bu, keluarga saya juga semuanya petani.
      Ya itulah yang terjadi bu, saya bisa merasakannya langsung dari kesenjangan yang ada.
      aamiin,, sama2 bu, semoga sukses juga

  13. Terima kasih untuk partisipasinya..

    Artikel sudah kami catat sebagai peserta Kontes Dear Pahlawanku

    Salam merdeka..!

    1. terimakasih kembali mba,,
      sama-sama dan salam kemerdekaan…😀

  14. semoga petani kita msh semangat untuk terus mencangkul di ladangnya…:)

    1. selagi masih ada semangat pada diri mereka, ladang2 akan tetap menghijau bu..😀

  15. Keren banget suratnya..
    Mereka sangat berjasa sekali ..
    Tanpa mereka,kita makan apa//

    1. sangat berjasa sekali bu, namun imbal baliknya sangat begitu kurang.
      Kadang malah terjajah oleh ketidak tahuan mereka sendiri, bahan baku dari para petani, setelah jadi kemudian dijual lagi ke para petani dengan harga yang lebih mahal.

  16. Mantep mas tulisane..:) I like this post so much..
    bener mereka adalah pahlawan, berjuang dengan cerita suka dukanya..semoga kehidupan petani petani kita di indonesia tercinta ini semakin makmur dan tidak semakin tergencet karena banyaknya impor dibidang pertanian…
    layak jadi juara nieh tulisannya…:)
    sukses buat kontesnya..:)

    1. iya mam, saya pun merasakan hal demikian, betapa susahnya skarang jadi seorang petani. Ya mungkin kita hanya bisa berdoa saja semoga mereka para petani tetap mau berusaha dan jangan sampai patah semangat.

      heheh,, aamiin mam, terimakasih doa dan suportnya..

  17. asyik suratnya euy… foto-fotonya juga🙂
    koleksi pribadi ya itu gambar2nya,kak?

    1. iya mba, itu foto-foto koleksi pribadi,, kebetulan karena memang tinggal di desa jadi gampang menemukan gambar2 seperti itu.😀

  18. Jadi inget Ibu dan Bapak di Kebumen, Mas. Diakui atau tidak, mereka juga pahlawan,seperti yang Mas Mabruri maksudkan.

    Semoga sukses dikontes, Mas. Saya masih ngumpulin ide dulu.

    1. iya Abi, keluargaku semuanya juga petani, dan saya pun masih jadi petani saja.. heheh

      aamiin, makasih bi doanya

  19. Ejawantah's Blog · · Reply

    Terkadang yang kecil selau terlupakan dalam pembangunan negeri ini. Mereka yang selalu berjuang dan menjadi pahlawan untuk setiap anak negeri yang selalu menikmati hasil kerja kerasnya, namun mereka yang selalu tertindas dalm kehidupannya.

    Surat ini seharusnya dibaca engan Presiden SBY mas. Dan mohon ijin untuk saya share di jejaring sosial. Agar lwbih banyak pejabat pemerintah yang mau peduli dengan nasib para pahlawan agraria.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    1. memang begitu yang nampak terjadi di masyarakat pak,
      sering sekali terdengar keluhkesah mereka, hasil panen sama biaya produksi ternyata lebih besar biaya produksinya.
      Para petani dipuja-puja hanya saat menginginkan suatu kekuasaan, saat kampanye mereka dijanjikan akan mendapat yang lebih baik, tapi setelah mereka berkuasa, sepertinya lupa sama janji mereka.

      silahkan saja pak, semoga bermanfaat untuk semuanya,,
      salam

  20. mas brur.. sekrang ga perlu mencari2 rumah galau saya di mana… akhirnya dipublish juga ke jagad blogger gara2 ga tahan ngeliat statistiknya 0 terus. hihihi

    1. hahahahhaa,, akhirnya diri sendirikan yang akhirnya ga kuat… ahahahah,,
      dan penantian saya pun kini telah berakhir,,, hihih
      segera mluncur ke TKP

  21. irfan handi · · Reply

    Petanilah pahlawan sesungguhnya.

    1. semua yang hidup bermanfaat untuk kemaslahatan bersama itulah pahlawan kita

  22. Terharu bacanya mas.. apalagi saya juga kuliah di pertanian.. rasanya malu sama petani di sana..😦
    backsoudnya bagus juga sambil baca surat ini🙂

    1. saatnya para sarjana pertanian juga ikut andil untuk memajukan pertanian di negeri ini. ciptakan inovasi-inovasi terbaru demi kemajuan tani kita😀

  23. tulisan yg bagus semoga sukses kontesnya..
    seringkali kami pendidik mencekoi ilmu pd anak bahwa negara kita adalah negara agraris di jamrud katulistiwa, namun ada yang terlupa dan jarang disinggung tentang hebatnya jasa para petani ini, sehingga anak2 kurang begitu bangga mempunyai orang tua petani, semoga lewat tulisan ini kita semua tersadar karena begitu besarnya jasa petani

    1. betul juga pak, memang ga terlalu menyalahkan generasi peneruh, karena mereka juga kurang diperkenalkan oleh para pendahulunya, jadi ya wajar saja jika mereka tak tahu akan jasa-jasa para petani ini sebearnya.

  24. majulah terus indonesiaku, berjayalah di langit tertinggi di indonesiaklu ini

    1. aamiin,, semoga akan bisa segera terwujud.
      mari berjuang bersama

  25. Pahlawan zaman perang dulu pegang senapan dan bambu runcing. Zaman sekarang sebutan pahlawan bisa buat siapa saja, termasuk para petani tentunya.

    1. betul pak,,,
      bahkan tak perlu penghargaan, yang penting mereka terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan penduduk negeri ini

  26. Amien mas insya Allah harapan mas ruri didengar oleh para petani. Semoga mereka tetap terus untuk berkarya mengolah bumi ini sehingga bisa menghasilkan bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan negeri ini.

    1. mudah2an mas,,
      kita doakan saja agar nasib baik cepat menghampiri petani2 kita, agar negara agraria kembali bisa dibanggkan di negeri ini

  27. kita negara agraris harusnya memang pemerintah sangat memperjuangkan nasib petani

    1. satu lagi yang miris juga, negara maritim juga nasibnya sama… sampai-sampai garam saja ngimpor

  28. Saya cuma kepikiran, kalau mereka ngga menanam satu tahun,… saya makan apa? Kemasan melulu?😦

    1. heheh,, ya iya lah pak, masa mau ga makan,,
      kita makan kaleng terussss…😀

  29. Sejak suka berkebun, aku jadi tau betapa susahnya bercocok tanam itu.. Perlu kerja keras! Aku bersyukur masih banyak petani yang ikhlas menjalani profesinya. Aku pernah berbincang dengan salah seorangnya, baginya bertani itu bukan hanya mengejar materi, lebih dari itu adalah utk kepuasan batin juga… Hidup petani Indonesia, dan semoga mereka segera terbebas dari para tengkulak yang menindas dan tak menghargai kerja keras petani, amin… !

    1. dari menghadapi cuaca yang sekarang sudah tak menentu, terus hama penyakit yang juga terus meningkat, biaya produksi yang lebih mahal, tengkulak yang sewenang-wenang, dan kebijakan pemerintah yang kurang mendukung nasib petani.
      Aahh,,, semoga mereka tetap semangat ya bu.

  30. Semangat pak tani engkalah salah satu pahlawan bangsa ini…

    1. semangat mass,,
      kita doakan agar pertanian indonesia jaya kembali

  31. jangan pergi pak taniku….
    apa jadinya bila kau tiada

    1. kita makan roti tiap hari pak..😀

  32. nah maka dari itu salah satu alasan aku gg makan nasi adalah sebagai bentuk rasa kasihan pada pak petani🙂 bia berkurang bebannya #ngasal

    1. hahahahah,,,,,
      jadi, tiap hari makannya apa dong??

  33. Setiap bulir padi adalah tetesan keringat hasil banting tulang Pak Petani!! Kalo ingat itu, maka kita tidak akan menyia-nyiakan nasi yang ada di piring dan membuangnya tanpa dosa…

    1. namun sayangnya kebanyakan tidak ada yang memahami hal itu, sehingga masih saja banyak yang membuang-buang makanan

  34. Petani, seharusnya menjadi perhatian khusus oleh pemerintah. Bahwa dengan kemajuan pertanian maka ekonomi akan segra bergulir dan rakyat akan seger makmur. Itu sudah dibuktikan.

    1. ga tau kenapa pemerintah seolah kurang begitu memperhatikan nasib para petaninya. Jamannya kampanye saja mereka dipuja puja

  35. matur nuwun untuk partisipasinya yo kang.. yuk kita berikan sebuah apresiasi tinggi atas jasa para petani dengan cara tidak membuang-buang nasi yang kita makan..

    hidup pahlawan pangan Indonesia..!🙂

    1. makan harus habis pokoknya,, kalau mau makan mending ambil sitik2, mending nambah lagi daripada harus nyisa makanan yo kang..😀

  36. makasih ya udah ikutan dear pahlawanku brur. suratnya membuatku terkesan betapa petani telah berjuang demi sesuap nasi di lambung kita. salam pu

    1. iya mba…
      setidaknya kita harus menghargai jasa2 mereka..
      salaam

  37. Hiks… jadi sedih….
    dulu pas SD saya sering baca puisi tentang pak tani.
    Sekarang profesi ini seperti kalah keren dengan profesi lain. padahal jasanya luar biasa….

    1. bukan sepertinya lagi,, sampai-sampai para petani sekarang banyak yang putus asa sampai2 mending jual tanahnya utk biaya pendidikan anaknya agar anaknya tidak lagi menjadi petani.
      miris…

  38. terimakasih telah menulis sepucuk surat buat saya aka petani

    http://jarwadi.wordpress.com/2011/11/05/menanam-jagung-jangan-jemu-jemu/

    1. hihihihi,,,
      sebenarnya buat diri sendiri lho mas, karena saya pun seorang petani juga..😀

  39. benar2 terharu,,,faktanya orng2 miskin diindonesia salah satunya adalah seorng petani,padahal mereka adalah pemasok kebutuhan para pejabat tinggi,para koruptor,,
    seharusnya mereka sejahtera ,tidur nyaman diatas kasur empuk,makan enak…secara gambalng malah kebalikannya..
    SEMANGAT Para Petaniku

    1. suatu kenyataan yang memang terjadi di negeri ini, para petani belum mendapatkan kemakmuran yang sesungguhnya.
      doakan selalu semoga petani kita tetap selalu semangat

  40. Huhu… miris banget sama pertanian negara kita. Masih tertinggal dibanding negara lain, bahkan sampai2 kita harus mengimpor dari mereka😦

    Semoga sukses pada kontesnya ya…

    1. iya kak,, di jepang sana, yang tanahnya ga sesubur di negeri kita, petaninya bisa canggih-canggih ya…
      knapa di negara kita belum bisa??

  41. intensifikasi pangan
    rasanya dulu ada slogan itu ya, mudah2an segera terwujud

    Mab, foto2nya basgus semuaaa, menikmati banget lihatnya
    yang panen wortel suka sekali

    1. petani malahan makmur waktu jaman orde baru bun..😀

      heheh,,,, masih banyak yang lain sebenarnya bun..😀

  42. saya seringkalii sedih kita menghadiri undangan yang ada bonus makan-makannya, banyak diantara piring bekas yang ditumpuk masih menyisakan lebih dari separo nasi yang ada. Kenapa kita tidak mengambil sesuai dengan kemampuan kita, banyak butir nasi yang sia-sia terbuang, pada hal kita tidak pernah tahu dibutir mana yang ada barokahnya.
    Mungkin sekali waktu mereka harus ikut terjun langsung ke sawah bagaimana menghasilkan setandan padi yang membutuhkan banyak hal, biaya, tetesan keringan, perjuangan dan bayak kendala lain

    1. bener sekali pak,,
      dari air dan makanan, banyak yang tersisa,,, sungguh karena memang tidak menyadari betapa perjuangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebulir nasi putih sangatlah besar.

  43. Serumpun padi mengandung janji, harapan ibu Pertiwi. Ulasan memikat mengapresiasi pahlawan penyedia pangan. Salam

    1. semoga ada secercah harapan lebih baik buat petani2 kita bu…
      salaam

  44. adekfi.wordpress.com/2011/10/26/renungan-bila-jasad-menjadi-mayat/

    akhiy, ada Pe-Er…

    1. sudah dicek Ukh..
      terimakasih..😀

  45. tema dear pahlawan kita sama mas brur, hehe.. dhe baru bisa ikutan hari ini.. koneksi lagi sakratul maut, jadi maklumin yaaa kalo jarang nongol di gubuk sirampog nya mas brur🙂

    1. heheh,,, pantesan dhe,
      kirain sibuk jadi tuan rumah sea games..😀

  46. Sayyidah 'Ali · · Reply

    subhanallah,,aku anak nelayan Mab,, namun tak ada satu karyaku pun untuk mereka..salut Mab..

    1. ya setidaknya mendoakan umi..😀
      saya juga seperti itu, belum bisa memberikan apa2 untuk petani

  47. Mas, saya datang lagi. Kali ini membawa PR untuk Mas Ruri kerjakan. Semoga berkenan. Terima kasih sebelumnya.

  48. Semoga kita gak cuman menulis pujian, kebanggan pada para Pahlawan ya, Mas.

    Semoga kita juga bisa mencontoh ketulusan dan keikhlasan mereka dalam memberi kemanfa’atan pada semesta.

    1. semoga saja tak seperti itu pak,,
      kita sama-sama berusha untuk meneladani jiwa kepahlawanan mereka

  49. Lagunya bikin merinding mas….
    Setujuhh… para petani memang sangat pantas untuk disebut sebagai Pahlawan…. Hidup petani Indonesia, semangath..

    1. iya, para petani juga pahlawan untuk kita..
      kita bisa makannasi kenyang karena jasa2 mereka..

  50. Memaknai pahlawan dari sisi yang berbeda, dan penghargaan diungkapkan dengan cara yang sangat manis. like It..🙂

    sukses mas Mabrur…

    -Artikel Sedang dinilai-

    1. aamiin,,
      terimakasih bu.
      dan semoga kita memang benar2 bisa menghargai jasa2 para pahlawan kita, baik yang berjuang melawan penjajah maupun yang sampai skarang masih berjuang demi kepentingan bersama.

  51. Horeyyyyy… Tulisan jagoan saya jd salah1 pmenang.. Selamat ya mas mab

    1. hehehe,,
      makasih ya bu,, iya Alhamdulillaah..😀

  52. petani, salah satu tahu yang menyakitiku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: