Khitanan dan Kemah

Khitanan dan Kemah, dua kata yang memiliki pesona luar biasa khususnya bagi saya pribadi. Kejadian yang telah berlalu berpuluh tahun itu pun, masih saja teringat jelas di benak pikiran saya. Ada hubungan apa antara khitanan dan kemah tersebut?

“Yang dikhitan orangnya mana, ko’ ga kelihatan?” Itulah pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari para tamu undangan saat saya dikhitan dulu. Memangnya saya kemana saat dikhitan dulu, sampai-sampai dicari-cari sama para tamu undangan yang “kondangan” saat itu?πŸ˜€

Nah, dalam rangka meramaikan acara syukuran atas bertambahnya usia Dede Razan yang telah menginjak usia 2 tahun pada bulan Oktober ini, serta De Farhan yang akan menginjak usia 6 tahun pada Desember nanti, saya akan berbagi cerita tentang Sunatan atau Khitanan saya yang sampai saat ini sangat berkesan dan tak akan mungkin terlupa.πŸ˜€

Apalagi ini keduanya adalah seorang jagoan dan pastinya suatu saat nanti juga akan mengalami peristiwa besar dalam hidup yaitu dikhitan. Apalagi buat De Farhan yang mau menginjak usia 6 tahun. Paling beberapa tahun lagi, 2 atau 3 tahun lagi sudah minta dikhitan. Harus berani ya De Farhan, ga boleh takut.πŸ˜€πŸ˜€

Sebelum memulai cerita tentang khitanan saya dulu, saya akan sedikit berbagi pengetahuan mengenai khitan itu sendiri. Menurut sumber yang saya baca dari sini, khitan secara bahasa artinya memotong. Secara terminologis artinya memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki. Dalam bahasa Arab khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadist yang mengatakan “Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi” (H.R. Muslim, Tirmidzi dll.).

Dalam agama Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama. Faedah khitan: Seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran bahwa khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, najis dan bau yang tidak sedap. Air kencing mengandung semua unsur tersebut.

Khitan, menurut sebagian besar para ulama diwajibkan untuk anak laki-laki. Namun ada juga sebagian yang menyatakan bahwa khitan itu sunnah untuk perempuan.

Wallahu’alam, hanya itu yang saya tahu tentang khitan. Mungkin untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan pada guru masing-masing ataupun dari membaca buku-buku fiqih islam tentang khitan ini.

Kembali ke laptop awal pembicaraan. Apa sebenarnya yang terjadi saat saya dikhitan dulu?

Jadi begini ceritanya. Saat itu saya masih duduk di kelas 4 SD (sekitar umur 9-10 tahun). Anak seumuran segitu pasti kebanyakan sudah mulai minta dikhitan. Kalau ga minta ya biasanya orang tua yang merayu-rayu anaknya agar mau dikhitan. Sama seperti saya waktu itu. Dengan kebandelan yang dimiliki, saya memberanikan diri untuk minta segera dikhitan saat itu. Keinginan saya sampaikan ke orangtua, dan tentu saja orang tua mana yang ga seneng lihat anaknya mengajukan diri minta dikhitan.

Setelah pengajuan diri saya di ACC oleh orang tua dan ternyata langsung diterima tanpa pertimbangan yang macam-macam, maka ditentukanlah waktu yang tepat untuk mengkhitankan saya sekaligus acara hajatan/selamatannya juga. Kalau di tempat saya, istilahnya “Baranggawean/Perluan”. Tak butuh waktu lama, maka dengan segera diputuskan tentang waktu khitanan saya.

Waktu khitanan sudah siap, saya sendiri juga sudah siap, dan ternyata di sisi lain inilah awal munculnya suatu masalah. Ternyata, pada waktu itu juga, sekolah akan mengadakan kegiatan perkemahan dalam rangka Jambore Nasional. Kebetulan juga, kegiatan Pramuka juga menjadi favorit saya waktu itu. Hingga akhirnya, sekolah pun menunjuk saya untuk ikut berpartisipasi menjadi peserta dalam kegiatan jambore nasional. Iya, saya ditunjuk untuk ikut kemah bersama teman-teman yang lain, dan tentunya kemah itu diadakan di tempat yang jauh dari sekolah saya waktu itu.

Dan tahukah sahabat, ternyata waktu pelaksanaan Jambore Nasional juga bersamaan dengan waktu khitanan saya. Benar-benar sama. Perkemahan biasanya selama 3 hari 2 malam, acara syukuran khitanan saya pun dijadwalkan selama 3 hari 2 malam. Lalu apa yang saya lakukan saat itu? Apakah mengundurkan diri untuk tidak ikut kemah, atau apakah khitanan saya yang diganti waktunya? Ah, tentu saja tidak bisa. Sebab undangan juga sudah disebar.

Namanya juga masih anak-anak, jadi waktu itu saya santai saja dihadapkan pada pilihan rumit itu. Saya tidak cerita ke orang tua kalau saya ditunjuk untuk ikut kemah dengan waktu yang bersamaan dengan waktu khitanan saya. Sebab kalau cerita, ya jelas tidak diizinkan untuk ikut kemah.

Seminggu menjelang waktu khitanan dan juga waktu keberangkatan kemah, baru saya menyampaikan kepada orang tua perihal kemah ini. Jelas saja, pertama saya dapat marah dari orang tua. Namun saya tetep keukeuh ingin ikut kemah. Sambil merengek-rengek, memelas sama orang tua, akhirnya orang tua pun mengizinkan saya untuk tetap berangkat ikut kemah. Alhamdulillaah, akhirnya kemah juga.. *jingkrak-jingkrak.

Lalu bagaimana dengan acara khitanannya? Apakah dibatalkan dan diganti setelah saya pulang kemah? Oh, ternyata tidak. Acara khitanan tetap sesuai yang telah dijadwalkan. Baranggawean tetap berjalan dan dimulai seiring dengan keberangkatan saya ke bumi perkemahan.

Sudah tentu banyak yang simpati pada saya saat itu, terlebih dari keluarga. Namanya anak-anak yang mau dikhitan, pasti dimanjanya luar biasa. Bukan hanya oleh orang tua, tapi bulik, bude, kakek, nenek, semua sepertinya manjain anak yang mau dikhitan. Terlebih kakek nenek dari Ibu saya yang jarang sekali ketemu. Berhubung cucu kesayangannya mau dikhitan, pasti mereka datang ingin menyaksikan cucunya dikhitan. Tapi apalah daya, jauh-jauh datang untuk mengunjungi cucunya yang mau dikhitan, eh ternyata cucunya malah kabur ikut kemah. Kesedihan nampak di wajah mereka. Hiks..hiks.. Maafkan saya ya nek.

Acara baranggawean tetap berjalan, acara kemah pun tetap saya ikuti. Dan seperti apa yang aku tulis di awal tadi, kalimat-kalimat itulah yang muncul dari setiap tamu undangan yang hendak memberi restu kepada saya. “Lho, Mabrurinya mana, ko ga ada?”. “Orang dikhitan ko malah kemah”, kalimat lain yang muncul dari para tamu undangan lainnya.

Dari sering munculnya pertanyaan-pertanyaan itulah, akhirnya yang membuat kesedihan nenek saya waktu itu tak terbendung. Akhirnya, satu hari sebelum saya dikhitan, yang artinya baranggawean sudah berjalan 2 hari, nenek minta pada ibu, agar saya dijemput, disuruh pulang dari bumi perkemahan. Karena melihat kesedihan nenek, akhirnya orang di rumah benar-benar mengirim utusan untuk menjemput saya di bumi perkemahan.

Akhirnya, tepat malam terakhir di bumi perkemahan, biasanya sebagai malam acara puncak, ada api unggun juga pastinya, sekitar jam 7 malam, dan saya bersama teman-teman yang lainnya hendak melaksanakan acara puncak peringatan Jambore, sampailah utusan orang dari rumah di tenda tempat saya kemah. Tujuannya jelas, untuk menjemput saya pulang, karena besok mau dikhitan. Akhirnya setelah negosiasi dengan pembina dari sekolah, saya pun diizinkan untuk pulang lebih awal, dan juga dikasih bonus sama mereka. Bonusnya apa? tentu saja sebuah kemarahan dari bapak ibu guru. Tapi marahnya wajar kok. Marahnya ya karena saya tidak memberitahu mereka kalau ternyata saat itu juga saya mau dikhitan. Jadinya mereka yang merasa bersalah kepada orang tua saya. Aduuuuhhh,,,,, maafkan muridmu yang bandel ini ya Bapak/Ibu guru…πŸ˜€πŸ˜€

Malam itupun aku pulang. Api unggun yang dinanti-nanti akhirnya tak bisa saya saksikan. Sampai rumah sudah larut malam, saya disambut bak seorang pangeran (ceileeeh) oleh sanak keluarga, terlebih nenek saya. Rasa haru begitu terasa pada diri nenek. Saya langsung dipeluk, dicium, pokoknya dimanjalah sama nenek.

Malam itupun saya langsung istirahat, dan keesokan harinya, pagi hari, saya pun dikhitan oleh mantri sunat yang telah menjadi langganan warga desa saya untuk mengkhitan anak-anaknya.

Buat Dede Razan dan Dede Farhan, semoga selalu sehat selalu, makin pinter nanti sekolahnya, jadi anak yang sholeh, dan jangan takut untuk dikhitan ya. Tapi jangan sampai mengalami kejadian yang sama dengan saya. Usahakan selalu ada komunikasi dengan orang tua, sebab orang tua adalah segalanya. Pastinya De Razan dan De Farhan ga mau lihat Bapak Ibu sedih kan? Jadi, patuhi segala perintah orang tua, jadilah generasi harapan yang bisa membahagiakan orang tua.

Happy Milad Dd Razan

Happy Milad Dd Farhan

Β Tulisan ini dikutkan untuk acara β€œBingkisan Dari Kami” yang diadakan Ibu Ketty Husnia

bingkisan getoekgoreng.blogspot.com

70 comments

  1. kamana tuh gan jadi gk kelihatan xixixi

    walking di blog qw http://web-cintaindonesia.blogspot.com/

  2. amiin Om Mabruri..
    dede razan dan kaka Farhan sudah disunat sebelum umur setau karena penyempitan bagian kulup penis..
    tapi..terima kasih banget atas partisipasinya..semoga bermakna buat para pembaca..:)

    1. owwh sudah disunat toh,,
      wah hebat banget nih dua jagoan… sip sip..
      sama-sama bu,,, semoga bermanfaat buat pembaca

  3. waah :O aku kira dikhitan dulu terus ikut kemah makanya hebat bener yaahπŸ˜€

    1. hahah,, ya gak lah,,,,, jadwal hajatannya yg sama dengan jadwal kemah…πŸ˜€

  4. Kalo saya dulu…pas dikhitan digendong dulu sama bunda sampai depan pintu…entah maksudnya itu apa?

    1. hehehe,,, kok ada adat kaya gitu mas??πŸ˜€

  5. β€œYang dikhitan orangnya mana, ko’ ga kelihatan?” <<—itu emang prtanyaan standar internasional buat penganten sunat bleh -__-

    1. hahah,,,, bukannya itu buat mantenan??πŸ˜›

  6. wah, gimana ya, gak sakit apa pak dikhitan banyak gerak? hehe.

    1. sakit pastinya mas…πŸ˜€

  7. Hohoho… untung saja pengantin sunatnya bisa ikutan acara. Kalo nggak, siapa yang mau disunat? hayoo… [:))]

    1. qkqkqk,,minjem anak tetangga buat gantiin kak..πŸ˜€

  8. Ayah saya mantri khitanπŸ™‚, tapi tetep gag pernah berani liat anak di khitan
    #gategaanπŸ™‚

    1. woww,,
      pasti punya banyak cerita ttg khitan…πŸ˜€

  9. ceritanya mirip dengan saya Kang, waktu kelas 6 SD dulu sekitar tahun 82 an, saya dikitan dan ternyata saya harus merelakan ‘jatah’ saya ikut jambore nasional di Cibubur lepas dari tangan karena saya masih belum sembuh di khitan. Maklum jaman dulu proses ‘keringnya’ cukup lama karena terbatas obat-obatan

    1. heheh,,, iya ya pak, waktu dulu kayanya paling cepet seminggu baru bisa sembuh,,
      alhamdulillah kalau saya masih bisa ikut kemah, barang 2 hari..πŸ˜€

  10. saya lihat pernah lihat adek saya dulu dikhitan mas, saya yang ngeliatnya agak2 serem, tapi si adek malah ketawa-ketawa nya itunya di potong.. hahahahaha..πŸ˜›

    1. hahahah,,,
      iya, anak skarang mah berani2, abis peralatan mantri dokternya jg sudah canggih, sehari saja sudah sembuh

  11. jadi inget adek saya pas dikhitanπŸ˜€

    1. inget apanya mba??πŸ˜€

  12. wahh lucu juga yach lagi hajatan tp yg punya hajat malah kabur hihihih..untunglah nenek punya inisiatif utk menjemput yach…klo ngga kan bisa diundur tuch acara sunatannya heheh…..

    1. heheh,, iya bu,, banyak yg hawatir waktu itu,,,
      tpi saya malah asik2 aaja ikut kemah..πŸ˜€

  13. Wah…sama kyk adek keduaku Mab, biz dikhitan dia kabur maen layangan hihihihi

    1. kalau skarang kayanya sehari saja bisa sembuh ya bun dihitan..πŸ˜€

  14. lovetiffa · · Reply

    sakit bgt ya hbs dikhitan?

    1. ga kok mba, kan dibius..πŸ˜€

  15. Heeeee pasti seru yach…apalagi ada yang tukang ngompori nakut-nakuti heee

    1. hahah,, pasti ada tuh bli, katanya lebih sakit digigit semutlah, dsb

    1. aamiin mbaπŸ˜€

  16. lucu juga yach kalau acara khitanan gak ada manten sunatnya…πŸ™‚ mudah-mudahan dede Razan sama dede Farhan gak kayak omnya..πŸ™‚

    1. lucu dan bikin orang khawatir bu..πŸ˜€

  17. Wow Mab, ternyata termasuk yang mempunyai keinginan gigih ya, dan harus terpenuhi, Sip,,
    menang di kontesnya yaaπŸ™‚

    1. hehehe,, maklum bu, anak-anak,, segalanya harus bisa terpenuhi…πŸ˜€

  18. Hahhaaa…
    Aih khitanan itu memang pengalaman berkesan buat anak cowok… selalu.πŸ™‚

    1. hehe, iya bu,, laki2 biasanya punya 2 moment spesial, yaitu saat hitan dan menikah.πŸ˜€

  19. wah, bikin repot banyak orang, yg mau dikhitan kok ya malah kabur , gimana coba?πŸ˜€

    semoga sukses dikontes ini ya Ruri
    salam

    1. sekali-=kali bunda bikin keder orang sekampung…πŸ˜€πŸ˜€

      aamiin, makasih bunda

  20. Sayyidah 'Ali · · Reply

    hehe.. senyum- senyum saya membacanya..
    jadi mikir nih…gimana caranya membujuk putraku agar mau di khitan? 😦

    1. hihihihi..
      jangan dibujuk umi, ntar juga nantangin sendiri dia…πŸ˜€

  21. hahahha, oenjoe sekaliπŸ˜†

    1. hihihih,, apanya yg unju mba..πŸ˜€

    1. silahkaaan…πŸ˜€

  22. Cerita yang seru sekaligus mengharukan bagi bapak dan ibu guru karna muridnya dijemput saat acara sedang berlangsung tanpa mengetahui persoalannya

    1. heheheheh,,,,,
      sekaligus membuat bapak ibu guru merasa bersalah dengan orang tua saya pak..πŸ˜€

  23. Bener2 bandel, ih! Ckckck… (Itu kalo saya yang jadi ortu, xixi….)
    tapi keren sekali. Meski masih SD sudah punya prinsip dan keinginan kuat hingga mau menanggung akibatnya (harusnya dapat uang berapa, ya? Hehe.. biasanya kalo tetangga datang ke sunatan kan ngasih uang ke yg sunat. ga nyesel ga dapat uang banyak??)

    Semoga menang di kontes ini karena ada nilai yang bisa diambil.

    1. hahaha, ,
      iya bu,, uang sih tetep dapet bu, yg ngasi angpau atau kondangan juga ya nitip ke ibu saya jadinya…πŸ˜€

  24. wah Kang, ndak sekalian mbaranggawenya di perkemahan kang….???

    biar lbih mantep gitu ?

    1. hihihi,,
      belum ngurus surat2nya kang…πŸ˜€

  25. top banget dah pak….wong mau di khitan malah jalan2…tapi itulah anak2 yang penuh dengan kejutan dan kepolosan….hehehe

    1. hehhee,,,,,
      daripada ga ikut kemah pak, karena itu akan jadi pengalaman pertama ikut kemah..πŸ˜€

  26. wah berkemah….kegiatan jaman SD saat ikut pramuka dulu tuh..pas SMA pas ikut PALA alias pecinta alam…terus pak camp awal masuk kuliah..
    hmm jadi rindu berkemah neh..
    semoga sukses kontesnya..:)

    1. SD – SMP seneng banget sama kemah mam, tapi SMA malah paliiiiiiiing maleeesss..πŸ˜€

  27. hihihi, gimana ya cerita khitanan saya dulu, kok lupa, apa malah saya belum di khitan

    1. huwahaha,,,
      coba cek lagi mas..πŸ˜€

  28. Hehehe…saya jg ngak bs lupa yah sama kejadian ini soale sekali dlm hidup.

    1. betul pak,,
      laki2 punya dua peristiwa bersejarah dlm hidupnya, yaitu khitan dan nikah…πŸ˜€

  29. Hihihi.. Ada-ada aja.
    Saya umur segitu juga doyan kemah, bedanya waktu pelaksanannya gak barengan acara khitanan..πŸ˜€

    Oh iya, ada tugas mulia nih kang:
    http://ikky21.wordpress.com/2011/10/22/kamu-anak-indonesia-ayo-dukung-pulau-komodo-masuk-daftar-new-7-wonders/

  30. aduuuh Mab, udah minta khitan sendiri, kok dipestain anaknya malah nggak ada he.he…, terang aja nenek kecewa ya

  31. Waduh Om Mab, enggak bakal dech ditiru ama Razan dan Farhan kisah khitannya. Kalu kemah sich Oke.

    Ech tapi tahukah, saat seorang boy dikhitan, pasti rasa hati sang ibupun bergetar, sulit dilukiskan dg kata. Ya itu yang kurasakan saat Hamas di khitan, 30 Juni 2011 lalu *aku sampai ingat tanggalnya lhoπŸ˜‰

  32. Ya ampun, jadi gimana itu acaranya.. Orang pasti pada bingung ya, yg punya acara tapi malah ga ada orangnya..

  33. met ulang taun juga buat Dd Razan sama Dd Farhan, moga bisa menjadi lebih dari orang tuanya iia kang iiaπŸ˜‰

  34. […] ucapan terima kasih kepada. Ratnawati Utami, Tarry Ketty Holik, Niche, Ejawantah Blog, Monda, Mabruri dan yang lainya saya ucapkan banyak terima kasih telah menjadikan saya merasa berarti dengan […]

  35. ya ampun si Mab bandel jg yah… mau dikhitan malah ngabus kemah.. hehe.. tapi emang pasti bingung bgt deh orang suka ya sama kegiatan pramuka… pas baru baca judulnya tadi, aku kirain abis dikhitan langsung kemah… hahaha… hebat amat si mab…πŸ˜›

    1. hahaha,,,
      tpi itu juga sudah lumayan bu bikin panik banyak orang..πŸ˜€

  36. Haha… lucu banget, namanya anak-anak…πŸ™‚
    btw, keren juga ya masi SD udah ikut kemahan,, biasanya anak SD gak boleh ikut…πŸ˜€

    1. SD kalau sudah kelas 4 kan sudah bisa ikutan kemah mas, SIaga gitu…πŸ˜€

  37. wakakakakakakakak.. dasarrrr anak kecill…
    untunglah dirimu dikelilingi orang-orang yang menyayangimu.. jadi sedih bayangin nenek yang saking kangennya ampe minta dirimu dijemputt

    sukses ngontesnya yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: