Kata Sayang Terakhir (2)

(Sebelumnya……)

“Permisi mas, ini kursi nomor 12 yah? Kalau iya berarti saya duduknya di sini.”

“Oh, ya mas benar, maaf. Silakan…”

“Makasih mas.”

Aku rasa cuma itu saja basa-basi antara aku dan penumpang di sebelah. Karena setelah itu aku kembali terlelap sampai kereta berangkat. Bahkan riuhnya para pedagang asongan menjajakan dagangannya di dalam kereta pun tak bisa kudengar sama sekali. Ah, benar-benar hari yang sangat melelahkan, lelah badan dan juga lelah pikiran.

Tiba-tiba HP berdering tanda SMS masuk. Dari sepupuku lagi.

“Sudah sampai mana mas?”

“Ga tau, ini masih dalam perjalanan. Habis ashar kayanya baru sampai.”

Jawabku untuk kemudian kembali lagi terlelap dalam rasa kantuk yang tak tertahankan.

Sesekali juga aku bangun untuk kemudian melihat dan bertanya-tanya sudah sampai mana perjalanan ini. Waktu terus berlalu dan alhamdulillah sampai juga di stasiun tujuan. Tepat pukul 16.00 WIB kereta berhenti di stasiun tujuanku. Bergegas aku langsung dari kereta. Mengingat sudah waktu ashar dan aku belum melaksanakan shalat ashar, maka kuputuskan untuk melaksanakan ashar dulu di mushola yang berada di stasiun.

Begitu shalat selesai, aku kemudian mencari angkot jurusan yang melewati rumah sakit. Serasa mudah, karena di stasiun biasanya sudah banyak angkot-angkot yang standby di situ mencari penumpangnya. Aku pun segera menuju angkot warna merah itu yang nantinya akan melewati rumah sakit.

Tak seberapa lama, angkot pun penuh. Segera angkot melaju hingga sampailah akot itu melewati rumah sakit yang akan saya tuju. Dari seberang jalan aku turun  dari angkot. Menatap luas betapa megahnya bangunan yang berisi para pesakitan itu. Dari seberang sana tampak saudara sepupu yang sudah menghadang di pintu masuk para penjenguk.

“Assalamu’alaikum, maaf baru sampai. Gimana keadaan adik, dirawat di ruang mana sekarang.” Sapaku sambil menjabatkan tangan pada sepupu.

“’Alaikumussalam. Adik ya begitulah mas, langsung aja yuk kita ke kamarnya.”

Dengan langkah yang agak cepat, aku dan sepupu segera menuju ke kamar tempat adik di rawat. Adik dirawat di lantai 2, namun tangga menuju lantai 2 tak begitu jauh dari pintu masuk pengunjung. Jadi tak butuh waktu lama aku sampai di kamarnya.

Begitu sampai di kamarnya,

“Assalamu’alaikum” Aku membuka pintu dan mengucapkan salam buat semua yang ada di dalam kamar.

“Wa’alaikumussalam” Jawab semua yang berada di kamar.

Terdengar juga suara adik, ternyata adik saat itu masih sadar dan begitu mendengar salam dariku, adik langsung menatap aku dan meminta aku segera menghampirinya.

“Mas, sini mas. Aku kangen sama mas. Maafin aku ya mas jika sering merepotkan mas, maaf juga kalau sakit saya ga sembuh-sembuh. Aku minta keihlasan mas, kali aja ini yang terahir aku bisa bicara sama mas. Maaf untuk semua yang telah membuat mas jadi repot kaya gini.”

Sungguh tak kuasa aku menatap wajahnya. Bukan, bukan karena aku sombong atau tidak merespon ucapan adik. Tapi karena aku tak kuasa untuk menahan sedih yang teramat dalam, dan air matapun kini telah membendung di kelopak mata. Aku hanya ingin tidak kelihatan menangis di depan adik. Itu saja, aku tidak ingin menambah beban buat adik dengan kelihatan sedih di hadapannya. Pandanganku pun ahirnya aku jatuhkan ke arah luar jendela sana. Melihat langit sore yang begitu cerah dengan lembayung mega yang kejingga-jinggaan. Betapa besar kuasaMu itu ya Allah.

Aku hanya mendengar perkataan-perkataan adik dan sesekali mengiyakan dan menganggukkan kepala. Aku pegang erat tangannya. Sungguh untuk saat ini aku belum mampu menatap wajah cantikmu dik.

“Mas… aku sayang sama mas. Mas juga sayang kan sama aku. Peluk aku mas, cium aku mas… karena aku sayang banget sama mas.”

Hati ini begitu terguncang, dan entahlah aku harus bagaimana saat itu. Tak kuasa air mata ini aku tahan. Namun aku harus tetap kelihatan tegar di hadapan adik.

“Iya dik, aku juga sayang sama adik. Adik yang kuat ya, insya Allah besok kita pulang. Dan besok adik boleh ikut ke tempat aku, kita jalan-jalan bersama ibu bapak.”

Dengan hati yang teramat berat, aku memberanikan diri menatap wajah adik yang terbaring lemas, ku peluk dia dan ku kecup keningnya. Hatiku begitu menangis, dan tak terasa pipi ini pun perlahan dibasahi oleh air mata. Adik melihat itu semua, dan dengan tenangnya, diusapnya air mata yang membahasi pipiku.

“Mas ko nangis, mas ga boleh nangis. Aku ga kenapa-kenapa ko mas. Sekali lagi aku mau minta maaf ya sama mas, dan aku sayang banget sama mas.”

Kata sayang itulah yang terahir adik ucapkan secara sadar kepadaku. Karena setelah itu, adik kembali tak sadarkan diri. Ada suatu kebanggaan aku padamu dik. Aku bangga, sebab di saat adzan maghrib berkumandang, adik tersadar dan meminta untuk mengerjakan shalat. Adikpun minta untuk bisa ambil air wudhu, namun karena keadaan yang tidak memungkinkan, maka kami semua yang ada di situ melarang. Namun adik berusaha berontak untuk tetap ambil air wudhu. Aku ingat perkataan yang diucapkan waktu itu.

“Sekali ini aja, nanti tidak lagi-lagi ko. Sekaliiii aja.”

Mungkin itu sebagai pertanda bahwa adik tidak akan mengambil air wudhu lagi setelah itu atau apa, yang jelas karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk ambil air wudhu, maka adik kami suruh hanya untuk melakukan tayamum saja. Betapa cantiknya saat itu kamu dik. Antara sadar dan tidaknya, adik berusaha untuk tetap melaksanakan kewajibannya.

Roka’at demi roka’at adik kerjakan dengan khusuknya hingga sempurna. Bukan itu saja dik, aku ingat betul betapa adik saat itu dalam tidak sadarnya, adik seolah-olah mempraktekkan gerakan sedang  mengenakan mukenah. Ya, saat itu adik dengan gemulainya memperagakan memakai mukenah untuk shalat. Padahal adik tidak memegang mukenah. Tapi adik seolah sedang benar-benar mengenakan mukenah.

Itu yang membuat kami semua bangga padamu dik, rasa haru itu tak tertahankan. Sehabis shalat pun adik minta aku untuk menemaninya mengaji. Ya, ayat-ayat Allah itu melantun dari mulutnya. Aku mendampinginya dari samping sambil mengikuti apa yang adik minta. Kita ngaji bersama dik. Aku tau keadaan adik sangat begitu lemah, bahkan untuk bicarapun sudah tidak bisa terdengar lagi. Makanya aku hanya membimbing adik untuk mengucapkan lafal Allah yang pendek-pendek saja. Namun apa yang kamu lakukan dik, kamu mencolek aku dan tetap meminta mengaji membacakan surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas. Meskipun tak ada suara yang keluar dari mulut adik, namun aku percaya, adik sedang ngaji di hatinya juga bibirnya.

Saat terdengar adzan isya pun sama. Adik meminta sekali untuk bisa ambil wudhu. Namun tetap kami larang. Hanya tayammum yang adik kerjakan. Hal yang sama juga terjadi saat sedang shalat maghrib. Adik seolah-olah sedang memegang mukenah dan memperagakan menggunakannya, dan kemudian adik shalat roka’at demi roka’at sampai selesai.

Sehabis shalat, adik bilang ke aku kalau adik capai dan ngantuk sekali. Adik ingin istirahat.

“Mas, aku ngantuk,. Aku mau tidur, tapi mas di sini aja ya. Ga boleh kemana-mana.” Begitu adikku bilang saat dia mau tidur.

“Iya, aku akan di sini menemani adik. Ya sudah, adik istirahat aja ya, biar besok sudah sehat lagi.”

“Oya, ini  mukenahnya belum aku lepas, bentar ya aku lepas dulu.”

Rasa haru kembali hadir pada diriku. Adik seolah-olah masih merasa mengenakan mukenah yang dia pakai waktu shalat Isya tadi. Adik seolah-olah belum melepas mukenah itu  dan rasanya tidak sopan jika harus tidur dengan masih memakai mukenah. Makanya adik mau melepas mukenah dulu sebelum tidur. Padahal jelas sekali saat itu adik sedang tidak mengenakan mukenah.

“Ini mas, tolong taruh mukenah ini di lemari lagi”

“Iya”

Aku menerima mukenah hampa dari adik. Iya, mukenah itu sebenarnya tidak ada, namun adik menganggap seolah-olah dia sedang memberikan mukenah kepadaku. Setelah itu, adik benar-benar tertidur. Tanpa bergerak lagi, tanpa bersuara lagi.

Aku hanya mendampinginya dari samping, dan betapa terkejutnya saat aliran yang ada di selang tiba-tiba berhenti.

“Astaghfirullah, ada apa ini. Alirannya berhenti. Suster, suster tolong suster..”

Teriakku sambil memanggil suster yang sedang jaga. Tak hanya suster saja yang datang, namun ada juga dokter jaga waktu itu.

Mereka pun segera langsung mengecek adik dengan seksama, dan…

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Yang tabah ya mas, bu. Ini sudah kehendakNya. Kita semua sudah berusaha semampu kita. Namun ada yang lebih kuasa dari kita. Ihlaskan semuanya”

Perkataan dokter langsung membuat suasana kamar itu penuh dengan isak tangis. Tak terkecuali aku. Ku kecup kening adik untuk yang terahir kali sebelum adik dikafani. Dalam suasana duka yang teramat dalam, aku harus tetap tegar, karena harus mengurus segalanya termasuk yang  menyangkut rumah sakit. Juga harus mengabarkan kepada seluruh keluarga. Aku tak kuasa sebenarnya saat harus mengabarkan pada seluruh keluarga. Karena aku sendiri belum begitu kuat kalau harus mengatakan adik sudah tidak ada. Namun kalau bukan aku, siapa lagi yang harus mengabarkan kepada seluruh sanak keluarga. Akhirnya dengan segala kekuatan dan memohon kekuatan kepada Allah, aku harus memberanikan diri mengabarkan kepada setiap sanak keluarga kalau adik sudah tidak ada.

Kamu tahu dik, betapa mereka semua sayang sama adik. Tangis mereka terdengar di ujung telepon sesaat aku mengabarkan kalau adik tidak ada. Bukan sanak keluarga saja yang sayang sama adik. Tapi seluruh warga kampung dik, mereka sayang kamu dik. Tidak kah kau tahu saat adik dibawa pulang. Semua masyarakat berbondong-bondong menyambut kedatanganmu dik. Semua melebur jadi satu menyambut kehadiranmu dik. Mereka semua sayang sama adik dan sangat kehilangan adik.

Kini 100 hari sudah adik meninggalkan kami semua. Senyum adik hanya bisa aku lihat dalam penjara bingkai kenangan. Meskipun kami masih merasa kehilangan, tapi kami harus meyakini bahwa ini adalah takdir dariNya. Tak ada alasan untuk larut dalam duka dan kesedihan. Dia masih hidup hanya beda alam saja. Dia telah berada di dalam kehidupan yang sebenarnya yang kekal abadi. Adik telah bersama pemilik yang sebenarnya. Selamat jalan adik, Adik akan selalu hidup bersama kami, doa kami selalu terpanjat untukmu dik. Semoga adik tenang di sisiNya, dan dimasukkan ke dalam syurga-Nya….

Allahhummaghfir laha warhamha wa’aafiha wa’fu anha….. Aamiin….

Mengenang 100 Hari Almarhumah Fatmawati Bt Nasrudin (22/8/1987 - 23/3/2011)

Ada sahabat yang menciptakan sebuah lagu untuk saya yg isinya menceritakan kecintaan seorang kakak kepada adiknya yang telah tiada. Ini dia syairnya:

Aku rindu… (By: Septian Budi P.)

Tak bisa kutahan air mata
membasahi di pipi
Kesedihan ini tlah membawa
kembali mengingatmu

Selepas kau pergi
tinggalkan diriku
Dan kini kurasakan
sepi….

Salahkah… Bila aku
Saat ini merindukanmu
Ku ingin dirimu hadir di sini
Menemaniku seperti dulu

Tak terasa waktupun berlalu
yang ada hanya bayanganmu
biarlah kusimpan dalam hati
semua kenanganmu

Selepas kau pergi
tinggalkan diriku
Dan kini kurasakan
sepi….

Salahkah… Bila aku
Saat ini merindukanmu
Ku ingin dirimu hadir di sini
Menemaniku seperti dulu

Haruskah… aku pergi
tinggalkan… Raga ini
agar aku bisa temui dirimu
bersama lagi seperti dulu…

133 comments

  1. aku tidak bisa komentar apa-apa mas…… ikut mendoakan saja semoga beliau dilapangkan kuburnya… aamiin

    1. aamiin,,,
      makasih ya mas doanya,, hanya doa penghubung antara yg masih di dunia dan yang ada di alam sana..

  2. semoga amal ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran

    1. aamiin ya Rabb..
      makasih bu doanya

  3. Mas.. jangan lepas doa ya..

    1. makasih mas aim,,
      saling mengingatkan aja

  4. innalillahi wa innailaihi rojiun, tabah yah, semoga adinda mas mendapat tempat istimewa disisi Allah SWT,

    1. aamiin ya Rabb,,
      makasih mba doanya

  5. Saleum
    Sungguh saya terenyuh bang, Sungguh berat rasanya kehilangan. Saya pun pernah merasakan rasa itu. Saya tahu bang Mab orang nya sabar dan selalu berserah diri pada Nya, kita yang ditinggal hanya bisa mendoakan Almarhumah agar selalu tenang diperistirahatannya dan senantiasa mendapat Cahaya Ilahi, Aamiin….
    Lupakan kesedihan dan segera bangkit untuk masa depan.🙂 semangat bang
    saleum dmilano

    1. aamiin, makasih bang doa & suportnya bang..
      iya, insya Allah ihlas itu harus ada, dan yakin ini yg terbaik dariNya,,,
      saatnya meneruskan perjuangan adinda bang.,,
      salaam

  6. jarwadi · · Reply

    ya ampuuuun!

  7. semoga selalu dikenang ya

    1. iya bu,,, yang telah tiada tetap terasa ada di hati

  8. yg tabah ya mas.. semoga almarhumah amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diberikan tempat yang istimewa disisiNya.. amien

    1. insya Allah mas,,,
      makasih doa & suportnya

  9. Apa kabar mas? Silaturahim…

    1. alhamdulillah sehat mbah,,, heheh
      silahkan

  10. Ya Alloh…😥 semoga adik mendapat tempat terbaik disisiNya..😥
    Saya merasakan sendiri bagaimana kanker telah merenggut bude, nenek, saudara dan (hampir) kekasih saya.. Apapun, saya percaya segala yang terjadi adalah kebaikan bagi kita semua.. amiin

    1. aamiin ya Rabb.. makasih mba doanya…

      ya itu semua dari Allah, namun sebagai manusia kita wajib untuk menjaga kesehatan

  11. Ikut sedih Kang, semoga diterima di tempat terbaik di sisi-Nya.

    1. makasih kang,,
      aamiin,,, smoga doanya diijabah

  12. Allahhummaghfir laha warhamha wa’aafiha wa’fu anha….. Aamiin….
    do’a yang amat indah sebagaimana Rasulullah SAW ajarkan.
    ikut merasakan..betapa kehilangannya seseorang yang kita cintai.
    (untukmu Ibu………..)

    1. aamiin ya Rabb,,
      semoga orang2 tercinta yg telah mendahului kita mendapat tempat yg mulia di sisiNya

  13. almarhumah sudah berada dalam kebahagiaan abadi bersamaNya. Kenangan akan dia akan selalu hiudp dalam hati keluarga da nteman-teman. Saatnya kita yang melangkah di planet kecil ini melanjutkan amanah dariNya

    1. makasih bang apresiasinya,,,
      iya, semuanya adalah takdir dariNya, jadi semuanya harus diikhlaskan..

  14. mas mab, adiknya umur berapa?
    saya jadi ikut merinding baca ini, saya punya adik juga yang dalam keadaan sakit. smoga dimudahkan kesembuhannya olehNya.
    meski air mata masih menetes di pipi karena kepergian adik mas, tapi hati harus bisa mengikhlaskan. merenungi ayat “tak ada makhluk yang kekal” smua milikNya dan akan kembali kepadaNya.
    salam

    1. meninggal msh 23 tahun mas…
      teriring doa buat kesembuhan adiknya mas Ari…

      insya Allah mas, air mata boleh menetes tp hati tetap harus percaya padaNya….
      makasih mas nasehatnya

      1. oohh…masih kecilan adikku berarti..

      2. umur berapa skarang mas adiknya?

  15. Isi Puisinya dalem dan ngena banget….sesuai dengan keindahan hati penulisnya…hikhki…mari kita kuatkan diri ya kang….sabar dan sabar

    1. hehe,, iya bli
      ihlas ihlas dan sabar.

  16. aku sebagai sahabatmu, turut berbela sungkawa atas apa yang telah menimpa sampeyan dan keluarga. sabar dan tawakal yang kang…

    1. makasih kang,, insya Allah kami sekeluarga ihlas dengan semua ini..

  17. sabar dan terus berdoa , mudah2an amal ibadah almarhumah diterima disisi-Nya . . .
    semangatt, kak

    1. aamiin,,,
      makasih de’ doa dan suportnya…

  18. smoga dterima dsisi ALLAH SWT.amin

    1. aamiin ya Rabb
      makasih mas

  19. Maaf, ikut meneteskan air mata… Terkenang bertahun lalu harus menempuh perjalanan 2 jam yg terasa sangaaat ;lama karena penuh dengan galau saat akan menuju RS tempat eyang dirawat. Sayangnya saat itu aku harus mampir rumah dulu dan tepat ketika akan beangkat ke RS, ibu datang dari sana dengan berlinang air mata mengabarkan bahwa eyang sudah kapundhut… duuh… sedihnya..
    Yang sabar ya Mab…selalu berdoa untuk kedamaian adinda disisiNYA…

    1. saya juga hampir sama mba waktu itu, tadinya saya mau balik dulu ke rumah, tinggal naik angkot lah kalu ke rumah, tapi saya putuskan untuk putar balik langsung ke RS…

      insya Allah mba,,,
      makasih buat doa dan suportnya ya mba..
      triring doa juga buat eyang

  20. Ya Allah bang, saya nangis baca ini..sedih sekali…:) turut berduka yah bang, semoga adik tenang disisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan kuat dan tabah, INsyallah ada hikmah besar dibalik kisah sedih ini…Ya Allah, saya nggak bisa nulis apa apa lagi bang..terlampau sedih..tadi pagi saya juga nonto cuplikan sebuah film tentang SUrat untuk Tuhan *kalo tak salah tak lupa lupa ingat…tentang anak menginjak dewasa yang pergi untuk selamanya karena kanker ganas…
    yang sabar yah bang..

    1. makasih bu doa dan suportnya….
      insya Allah banyak hikmah buat kami sekeluarga..

      iya bener film surat untuk Tuhan, ceritanya juga seperti itu…

  21. terharu dan sangat kagum akan almarhumah, betapa kuat hubungannya dengan kakak dan terlebih kepada-Nya.
    Sekarang, iA tenang di rumah abadi-Nya.

    1. aamiin,, insya Allah dia sudah bahagia bersamaNya bu…

  22. saya ikut terhanyut dan ikut merasakan bagaimana rasanya kehilangan seorang adik….
    semoga almarhumah saat ini beristirahat dg tenang. teriring al-fatihah dari saya.

    1. aamiin ya Rabb..
      makasih pak doanya..

  23. Serasa baru kemarin ketika sobat menceritakan berpulangnya sang Adik. Tak terasa sudah seratus harinya. Allahhummaghfir laha warhamha wa’afiha wa’fu anha. Amin.

    1. iya bang, waktu begitu cepat mengingatkan kepada kita juga…

      aamiin ya Rabb,, makasihh bang doanya

  24. bunda ikut berduka cita utk adikmu , Ruri
    Sekarang adik sudah tenang berada disisi Allah swt, tinggal kenangan indah yang selalu menyertai adik tercinta ya Ruri .
    bunda ikut kirim Al-Fathiha utk adikmu ………
    salam

    1. aamiin, makasih y bunda,,
      insya Allah adik telah bahagia bersamaNya….
      tetapi dia akan tetep hidup dalam hati kami keluarganya bun..

      salaam

  25. Teriring doa nan tulus, smg amal baik almarhumah bs menjadi teladan bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkannya.
    Salam..

    1. aamiin,, makasih bli

      salaam

  26. Punten, maaf nih aku mau ngasi tugas ‘mendadak’
    http://kapriajinurfajar.wordpress.com/2011/06/30/tugas-dari-mas-gunawan-admin-httpgunawank-wordpress-com/
    tapi tenang, tujuan tugas ini untuk silaturahmi kok
    hehe

    1. monggo monggo,,,
      tpi kayanya tugas itu sudah saya kerjakan.😀

  27. Sulit bagi saya untuk tidak meneteskan air mata. Saya pernah berada pada posisi yang mas Ruri tempati, dan itu terjadi pada istri saya sendiri. Sungguh berat rasa kehilangan, bahkan tetap terasa sampai saat ini tapi dengan keyakinan akan takdir Illahi, kami ikhlas dan lebih sabar, sadar, tegar dan tabah menjalani. Dengan doa dari kita, insya Allah akan mempermudah bagi almarhumah memasuki jannah Nya. Amin.

    1. iya bi, insya Allah kami akan terus belajar untuk bisa lebih ihlas, sabar dan tegar.
      Insya Allah doa dari kita tak kan putus sehingga nanti bisa dipertemukan lagi di SyurgaNya. aamiin…
      teriring doa buat istri abi juga…

  28. Innalillah…
    Semoga arwahnya diterima di sisi Allah Ta’ala

    1. aamiin ya Rabb,,,
      makasih mba.

  29. hmmmm,,
    Bingung mau koment apa nih..
    Sedih bgt jdinya..😦
    Turut berduka cita ya mas..
    Semoga Allah senantiasa memberi ketabahan kepada mas dan keluarga..

    1. trimakasih,,,
      aamiin, ,makasih doanya

  30. FIKRI SHARE · · Reply

    innalillahi wa’innalillahi roziun… saya turut berduka cita y mas.. semoga Allah mengampuni dosa2nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan…

    1. aamiin,,,,
      insya Allah mas, makasih doanya mas Fikri

  31. Jadi nangis baca cerita ini, Mas Mabruri…
    Ya Allah.. Mgkn aku blm bisa setegar itu menghadapi suatu perpisahan… Entahlah…
    Posting qta hari ini sama2 ttg adik ya Mas Mabruri…
    Mereka sama2 menemukan hidup yg baru…
    Semoga adik Mas Mabruri bahagia selalu disisi Allah… Mendapatkan tempat yg terbaik… Doa kami semua utk alm Adinda..

    1. saya juga rasanya blum kuat jika dihadapkan pada situasi seperti itu bu…
      heheh,,, iya bu, saya juga jadi termotivasi saat baca postingan ibu ttg adiknya, betapa manusia adalah sebenarnya makhluk Allah yg paling sempurna….

      aamiin ya Rabb.. makasih bu doanya..

  32. Saya turut mendoakan ya, Mas..

    1. makasih ya mas doanya

  33. hem hem. moga adinya diberi ketenangan disana.

    1. aamiin,, makasih doanya

  34. terharu+kagum mas baca tulisannya🙂

    1. 🙂
      yg penting doanya y mas…😀

  35. Td pagi aermataku tertahan karna brsambung. Tp skrg aermataku ikut tak tertahan.
    Ikut trbawa alur cerita.
    Mg amal ibadah adeknya di trima Allah swt. Dan diberi kekuatan n kesabaran pada mas dan keluarga. Amiiiin

    1. maaf karena telah membuat meneteskan air mata…

      aamiin ya Rabb,,, makasih doanya ya mba,,,,

  36. saya juga ikut berduka cita mas, semoga adiknya diterima disisi Allah.

    1. makasih mas,,
      aamiin..

  37. Irfan Handi · · Reply

    Sabar Ya Mas. Semoga keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan.

    1. aamiin,,,
      makasih mas doanya

  38. aku nangis baca ceritanya mas, ceritanyamengingatkan aku sama keponakanku yang meninggal beberapa bulan lalu, dia gak pernah ngeluh sakit padahal umurnya baru 11 tahun, tiba-tiba harus masuk rumah sakit 3 hari berikutnya meninggal, kata-kata terakhirnya pada setiap orang yang melayat hanya minta maaf dan minta didoakan…semoga mereka yang telah mendahului kita bisa mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT…

    1. adik saya juga sama bu, waktu itu setiap ada yg njenguk pasti kata maaf yang dia ucapkan pada semua yg njenguk..
      ya mereka2 sudah kembali pada pemiliknya bu, semoga Allah memberikan tempat yg terbaik buat merekaa. aamiin

  39. Allahhummaghfir laha warhamha wa’aafiha wa’fu anha😦
    yg ikhlas ya Brur…

    1. aamiin…
      insya Allah mas,,,
      maturnuwun

  40. sungguh luar biasa mas
    cerita kenangan yang memberikan peringatan, apakah kita dapat mengakhiri sesuatu dengan baik

    semoga adik tentram dalam Lindungan-NYa

    salam dari pamekasan madura

    1. aamiin yaa Rabb…
      makasi pak doanya, dan semoga ada hikmah buat kita

  41. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

    semoga amal ibadahnya di terima oleh-Nya

    amin

    1. aamin ya Rabb
      makasih mas do’anya

  42. Innalillahi wa innailaihi raji’un, semoga amalnya diterima disisiNya, dan yang ditinggalkan tabah

    1. insya Allah pak,,
      aamiin,,
      maturnuwun pak

  43. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un
    semoga amal ibadahnya di terima Allah SWT
    amin

    1. aamiin ya Rabb…
      makasih doanya mas

  44. sayyidahali · · Reply

    Amien ya Robbal ‘alamin..
    subhanallah beruntung sekali dia, diakhir hayat meninggal dalam keadaan baik..mudahan husnul khatimah..amien

    1. alhamdulillah bu,,
      insya Allah husnul khatimah,, aamiin

  45. gunawank · · Reply

    Innaalillaahi wa innaa ilaihi raajiuun…….
    Semoga almarhumah almagfurlah diterima disisi Allah, terang dalam nikmat kubur dan mendapatkan surga Allah SWT, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan, dan ampunan dari-Nya. Amin

    Turut berduka cita.
    by: http://gunawank.wordpress.com/2011/07/02/blogger-award-yang-pertama/

    1. aamiin ya Rabb..
      makasih mas doanya

  46. Tabah Mas, yang bisa kita berikan cuma doa. Ngga lebih. Mudah2an dia disana masih tetap tersenyum dengan teduhnya rahmat Allah swt🙂

    1. aamiin,,
      iya mas, doa yang akan terus menghubungkan yang masih ada dg yg telah tiada

  47. innaa lillahi wa inna ilaihi roojiun.. semoga di teerima di sisi-Nya, dikuatkan keluarga yang ditingggalkan😦

    1. aamiin,,,
      trimakasih mba doa & suportnya..🙂

  48. Sungguh kematian yang indah. Maaf, jangan salah sangka dulu, namun kematian adik mas Mabrur benar-benar langka dan istiqomah.
    Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah karena sang adik insyaAllah bahagia di sisi-Nya.

    1. aamiin,,,,
      makasih bu,,, insya Allah kami semua ihlas dengan semua ini, apalagi menyaksikan adik perginya dengan cara yg begitu indah..🙂

  49. Ndaaannn…hikssss…

    moga almarhumah diberi tempat terbaik & diterima amal ibadahnya…aamiin…

    1. pripun yu??😀

      aamiin ya Rabb….

  50. “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un
    subhanalloh, walo ini ada kehilangan tapi ini adalah hal yang terindah pada akhirnya. Teringat Rasululloh saw dan sahabat ketika hendak berpulang ke Rohmatulloh yang selalu ditanyakan adalah SHOLAT.

    Semoga menjadi khusnul khotimah dan dimudahkan dalam segala urusan di kehidupan kelak

    1. aamiin ya Rabb…
      kepergiannya yg begitu indah semoga kita bisa mengambil hikmah pak,,
      makasih doa & suportnya

  51. innaa lillahi wa inna ilaihi roojiun, semoga arwah adik di terima disisi Nya. yang sabar ya mas

    1. aamiin…
      makasih mas doa & suportnya,, insya Allah

  52. semoga Tuhan menempatkannya di tempat terbaik.

    1. aamiin…
      makasih pak

  53. innaa lillahi wa inna ilaihi roojiun, turut berduka cita
    Insya Allah amal kebaikan di terima di sisi Allah SWT

    1. aamiin ya Rabb…
      makasih ms doanya, smoga diijabah

  54. Terharu mmbacanya.. Semoga amal kebaikannya diterima oleh Allah, dan diampuni segala dosanya.. Aamiin ya Rabb..
    Mas yg sabar ya.. semoga kelak dipertemukan kembali di jannah-Nya..

    1. aamiin ya Rabb,,, makasih mas suport & do’anya.
      insya Allah

  55. Lahir, jodoh, dan mati adalah urusan NYA. Kita hanya bisa berikhtiar untuk menjalani dengan baik. Sebuah akhir yang khusnul khotimah, fadilah Fatihah saya kirimkan untuk Fatmawati Bt Nasrudin.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    1. aamiin,,
      makasih pak doanya, semoga Allah mengijabah…

  56. innalillahii wainna ilaihi rojiuun😦 turut berduka cita.. semoga di terima di sisi-Nya🙂

    1. aamiin…
      mkasih mba,,,,,,

  57. turut berduka cita ya bang…Sesungguhnya kita adalah milikNya dan pasti akan kembali pada Nya

    1. makasih bang…
      ya semua adalah milik-Nya..

  58. subhanallah, air mata saya bercucuran, semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya.

    1. aamiin ya Rabbal alamiin,,
      makasih ya

  59. Mata saya berkaca-kaca, membaca ini. Bener2 sesuatu yang berat ditinggal oleh orang yang sudah dekat dengan kita. Apalagi orang itu ada dilingkungan keluarga kita >..<
    Semoga amal ibadah adik mas diterima di sisi Allah SWT, amin :')

    1. aamiin,,,
      makash mas,,
      sayangi keluarga sebaik baiknya mas…

  60. Ya Allah kang…😦

  61. lovetiffa · · Reply

    Pasti Allah memberikan yang terbaik buat hamba-hamba-Nya

    1. aamiin,,, insya Allah

  62. usia, jodoh dan segala-galanya ada ditangan Allah. Tidak ada sedikitpun kemampuan kita manusia untuk mengubahnya…Serahkanlah segalanya kepadaNya…dan tabahlah Selalu…

    1. insya Allah,,,
      semuanya telah diatur olehNya

  63. Saya yakin,, mbak Fatmawati pasti mendapatkan tempat yang jauh lebih baik di sisiNya..😀

    1. aamiin ya Rabb,,, makasih y mba doanya

  64. Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Mbak Fatma…😥

    1. aamiin,,,
      makasih mas..

  65. hiks saya nangis bacanya mas T.T
    Begitulah saudara,
    Begitu berharga buat kita..

    1. cep cep cep…
      begitulah masss😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: