Menjadikan Anak Didik sebagai Produk Unggulan

Kemana anak saya akan sekolah? Kemana anak saya akan melanjutkan pendidikan? Bagaimana kalau anak saya tidak diterima di sekolah ini? Mungkin inilah yang sedang ramai dibicarakan oleh kebanyakan orang tua akhir-akhir ini. Tahun ajaran baru telah dibuka dan tentunya sebagai orang tua ataupun anak yang siap menempuh jalur pendidikan formal sudah dibuat sibuk dan repot dalam memilih sekolah, tempat mereka nanti menimba ilmu. Tentu harapannya adalah mendapatkan sekolah yang nanti dapat menjadikan anak didik di sekolah tersebut menjadi produk unggulan sehingga si anak didik itu mampu bersaing dalam kehidupan yang katanya amat keras ini.

Banyak yang masih berfikiran bahwa anak-anak kita akan menjadi produk unggulan hanya dengan melalui sekolah. Menurut saya pemikiran itu kurang tepat. Karena akhir-akhir ini yang saya lihat, tujuan dari sekolah sudah banyak yang disalah gunakan. Sekolah hanya sebatas untuk mencari nilai terbaik untuk bisa lebih mudah dalam melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan nantinya untuk bisa mempermudah mencari lapangan kerja, bukan mencoba untuk menciptakan suatu lapangan kerja. Pantas saja kalau pengangguran di Indonesia masih menjadi PR yang belum teratasi. Karena sekolah-sekolahnya belumย  menciptakan produk unggulan yang sebenarnya.

ย Bertahun-tahun kita sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi, kadang ada saja yang masih belum mendapatkan pekerjaan. Sedangkan di sisi lain, yang hanya berpendidikan rendah ternyata mampu mengembangkan usaha bahkan bisa menciptakan usaha. Dari perbandingan ini, sebenarnya siapa yang dikatakan sebagai produk unggulan? Ingin pintar tidak harus dengan sekolah, membaca tidak juga harus di sekolah. Ilmu itu ada dimana saja.

Namun karena sebagian besar masyarakat kita masih mengandalkan sekolah, Seharusnya sekolah-sekolah juga mengembangkan suatu sistem yang nantinya dapat menciptakan anak didiknya sebagai produk unggulan yang benar-benar produktif. Tidak hanya sekedar untuk memudahkan untuk mencapai ke jenjang yang lebih tinggi. Biarkan anak-anak berkreasi, kembangkan minat yang ada, ajari dan bimbing agar anak-anak mampu menciptakan produk unggulan yang nantinya bisa menjadi bekal untuk hidupnya nanti.

***

Artikel ini untukย  meramaikan acara ADUK di Blogcamp.

87 comments

  1. Benar sekali apa yang dipaparkan di atas mari kita jadikan anak didik menjdi prosuk unggulan, tentunya hal ini masih menjadi tugas besar yang belum maksimal kita lakukan sebagai pendidik๐Ÿ™‚ , mudah-mudahan kita semua tidak hanya mendidik dalam hal akedemik tapi juga bagaimana kita menanamkan entrepreneurship agar anak didik kita menjadi produk unggulan๐Ÿ™‚

    1. aamiin,
      hal inilah yang perlu sekali dibutuhkan untuk menatap masa depan mereka….
      jadi sebenarnya perlu kerjasama dari semua pihak, bukan hanya pendidik saja tentunya….๐Ÿ™‚

  2. Setuju mas, untuk menjadi produk unggulan tiudak hanya lewat sekolah saja. Dan ukuran siswa juga bukan pada nilai ujiannya saja namun yang terpenting penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai contoh seorang anak mendapat nilai PPKN 9 namun kelakuannya di masyarakat malah lebih buruk dibanding yang nilai 6.
    emoga sukses dalam acara aduknya mas

    1. kenyataan yang ada biasanya seperti itu mas,,,
      karena waktu sekolah hanya ingin mengejar niilai saja tanpa mau menerapkan dalam hidupnya…

      sukses juga buat marjir

  3. Tapi sekolah di Indonesia kan tidak mndukung sepenuhnya. Tidak semua orang mampu dikembangkan kreatifitasnya melalui sekolah.

    1. memang itu yg dibahas kang, tidak hanya di sekolah saja untuk bisa menciptakan produk unggulan..๐Ÿ˜€

  4. Saya sudah membaca artikel sahabat
    Dan sudah langsung saya catat
    Terima kasih atas partisipasi anda yang hebat
    Dari Surabaya saya kirim salam hangat

    1. maturnuwun pakdhe..

  5. selain sekolah peran orang tua juga besar sekali ya untuk mencetak produk unggulan ini

    1. keluarga sebenarnya malahan yang menjadi faktor utama bu…๐Ÿ˜€

  6. ejawantahblog · · Reply

    Semua orang berperan dalam dunia pendidikan. Tidak harus berada di satu pundak generasi. Mari kita lakukan yang terbaik dimulai dari hal yang sederhana dan mudah dilakukan.

    Sukses selalu.
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    1. betul pak, perlu kerjasama semua pihak untuk menciptakan produk unggulan

      sukses selalu buat kita

  7. peran ortu juga sangat penting selain lingkungan di luar rumah (baca:sekolah) karena ketikaa nak tak punya tempat utk berkreasi, maka dirumah kita bisa sediakan sarana utk mereka.
    salam

    1. betul bun, waktu bersama keluarga kan cukup banyak, jadi alangkah baiknya digunakan untuk hal2 yg dapat menjadikan anak lebih kreatif..

      salaam

  8. dari suatu yang hidup, pengelolaannya pun harus lebih hidup lewat asuhan orangtua yang cerdas dalam berbagai hal.

    1. orang tualah yang paling utama, karena pendidikan awal dari keluarga.

  9. nah…tepat sekali dengan momen tahun ajaran baru! semoga sukses di ADUK ya..๐Ÿ™‚

    1. iya yah, ga nyadar lagi musimnya pendaftaran..๐Ÿ˜€

      sukses juga buat mba..

  10. iya mas,, sekolah sekarang hanya mengajarkan ilmu yg sudah ada di kurikulum, selebihnya menjadi tugas ortu dan masyarakat .. heheh

    1. iya uni,,, jadinya saya dulu sekolah juga yg penting bisa dpat nilai 9 di rapot….๐Ÿ˜€

  11. padahal pendidikan dan ilmu itu bisa didapat dimana saja sekolah itu hanya salah satu saranannya…

    1. betul bu,,, selama kita mau untuk terus berfikir di situlah banyak sekali ilmu kita dapat…

  12. suit..siutt…ngikut kuis..๐Ÿ˜€
    anak didik dulu sbagai bahan latihan, nanti anak sndiri dijadikan produk unggulan ya bang๐Ÿ˜€
    salam

    1. hahah,,,,, cerdas itu namanya,, buat anak ko pake coba coba.. hihihih

  13. ini nih yang buat kesibukan orang tua, sehingga intensitas bw berkurang,
    mengurus anak sekolah he..he…, ambil raport , daftar ulang, cari sekolah baru, … Juni memang bulan sibuk

    1. hehehe,, iya bun,,,
      saya juga melihat di lingkungan sekitar seperti itu, kebanyakan ibu-ibu yang lagi repot ngurusin anaknya sekolah,,,๐Ÿ˜€

  14. InVinciBle TeTik · · Reply

    Salam mAS
    Hemmm yak pendidikan untuk anak jangan main-main๐Ÿ™‚

    1. harus serius biar nanti hasilnya benar2 menjadi produk unggulan

  15. saya sngt stuju mas dng isi dr artikel d atas..,

    1. emang isinya apa mas?? hihiihh

  16. ikutan kuis juga Mab?
    semoga menang yaa..

    1. iya bu,,,, dari kemaren malah…๐Ÿ˜€

      aamiin, insya Allah

  17. Betul mas … memang sekolah semestinya bisa merecovery sistem.

    1. agar ada yang berbeda ya bang..

  18. Selamat memeriahkan hajatannya Pakde.
    Kebetulan saya yang bergelut di sekolah tiap hari musti ikutan merenung, ki…

    1. heheh,, renungan buat semuanya bang….

  19. mbener bgt apa yg pean katakan sobat, sekolah cm buat nyari nilai bagus……..

    Salam persahabatan selalu dr MENONE

    1. merasakan juga ya mas??๐Ÿ˜€

      salaam

  20. sekolahlah setinggi tingginya untuk mengetahui bahwa sekolah itu tidaklah penting๐Ÿ™‚

    1. heheheh,,,,, betul itu

  21. Subhanallah ana setuju banget ini akh..
    Ana kenal beberpa orang yang hebat, tapi ga sekolah tinggi..

    ana yang kedinasan gini masih merasa kurang banget ilmu.. syukron..

    1. tergantung kemauan pribadinya sebenarnya,,,
      kalau mau terus berfikir, insya Allah diberi kemudahan oleh ALlah

  22. jarwadi · · Reply

    Semoga pendidikan di Indonesia bisa melalui jalur nya dengan benar. Tujuan pendidikan di Indonesia menurut amanah UU adalah untuk pembentukan karakter

    1. aamiin,,, mudah2an bisa mas

  23. Saleum
    dulunya sih saya kepingin menjadi salah satu dari isi produk unggulan sekolah saya bang, tapi apalah daya, otak pas2an.๐Ÿ˜†
    Masih syukur saya bisa terima gaji setiap bulan. hehehe…. mewujutkan produk unggulan itu menjadi prioritas setiap sekolah. semoga ditahun mendatang akan banyak lagi produk unggulan yang mengharumkan nama sekolah dan institusinya.
    semoga menang di ADUK๐Ÿ™‚
    saleum dmilano

    1. saya jg bang, tpi otak saya cuman segini..๐Ÿ˜€
      ya mudah2an bisa tercapai semua harapan kita ttg pendidikan di Indonesia.

      makasih bang
      salaam

  24. Bener banget. Menjadi produk unggulan memang tak melulu dari pendidikan formal, karena ilmu dan keterampilan bisa didapat dari mana saja. Tapi tentu saja hal-hal mendasar tetap hanya bs didapat dari sekolahan ya…

    1. iya bu,,, rasanya ga afdhol kalau ga lewat sekolah,,,
      saya juga pernah ngalamin hal itu, gara2 saya nda punya sertifikat kemampuan komputer, ahirnya saya ditolak,,,,๐Ÿ˜ฆ
      itu karena saya memang belajar komputernya secara otodidak,,,

  25. bener banget, saya yg baru mau masuk SMA udh ngerasain ada yg salah sama sistem pendidikannya *sok tau mode : on*
    sekolah semata mata cuma utk mengejar nilai tertinggi gimanapun caranya, kenyataannya emang kyk gitu sih๐Ÿ˜€

    1. hheehehe,,,,
      dari dulu kayanya msh kaya gitu yah?๐Ÿ˜€

  26. menurut saya pendidikan (sekolah) itu tetap penting meski mungkin banyak orang-orang hebat yang tak berlatar belakang pendidikan tinggi
    namun dunia sekolah tak hanya mendidik ilmu pengetahuan secara umum
    tapi juga ada pendidikan moral, etika, disiplin, cara bergaul terhadap lingkungan sekitar yang tentu tak didapatkan di tempat lain meski dalam keluarga sekalipun

    1. nah dari itu mba, karena sekolah itu masih dirasa sangat penting, maka seharusnya sekolah2 mulai memberikan sistem pengajaran terbaik agar pendidikan moral, etika disiplin, ataupun yg lainnya bisa benar-benar meresap ke dalam siswa2 yang bersekolah itu.

  27. Dengan segala kerendahan hati, sekedar penyambung tali silaturahmi barangkali berkenan menerimanya.
    Silahkan dicek! http://kipsaint.com/isi/award-perekat-tali-kerabat.html

    1. insya Allah saya cek ke TKP mas…๐Ÿ˜€

  28. Jangan lupakan ilmu akhiratnya juga…Belum disebut “Produk Unggulan” kalo hanya menguasai keduniawian

    1. hehehe,, betul itu…๐Ÿ˜€

  29. Sepakat Mab.. Semoga menang ADUK kali ini ya๐Ÿ˜‰

    1. aamiin bun,,,
      selamat jg buat bunda yg kemaren menang ASKAT…๐Ÿ˜€

  30. ilmu terapan jauh lebih bermanfaat daripada ilmu formal yang didapat di bangku sekolah yang cenderung teoritis..

  31. […] sedjatee|bang agung|mbak nia|mbak melly|bang david|bang sky|mas mamung|mas dede6699|mbak orin|bang mabruri|kang alamendah|kang asop|bunda monda|bang chorul|mas sripurwantono|pak guru rusydi|pakde dalbo|kang […]

    1. maturnuwun bang

  32. bener bgt mas,,
    Namanya juga pendidikan formal,
    Kadang titel juga cuma jdi formalitas..
    Gak ngejamin kesuksesan seseorang..
    Hehehe

    1. betul betul betul,,
      jadi, baiknya gimana??๐Ÿ˜€

  33. di level perusahaan, kalo masuk dgn pendidikan tinggi pangkatnya langsung tinggi, walaupun kerjanya tidak bagus, begitu jg sebaliknya.
    Salam kenal dari kota solo.g tinggi, walaupun kerjanya tidak bagus, begitu jg sebaliknya.
    Salam kenal dari kota solo.

  34. di level perusahaan, kalo masuk dgn pendidikan tinggi pangkatnya langsung tinggi, walaupun kerjanya tidak bagus, begitu jg sebaliknya.
    Salam kenal dari kota solo.

    1. harusnya ga boleh seperti itu ya??

  35. seru artikelnya, memang pendidikan itu penting bagi beberapa orang namun tentu menjadikan anak produk unggulan tidak hanya dari pendidikan, tapi juga dari lingkungannya. keluarga, teman-teman, dan sekolah.

    1. betul sekali, namun kenyataanya masyarakat kita msh terfokus pada sekolah saja

  36. Saya pernah membaca buku judulnya “Toto Chan, gadis cilik di jendela”. Di dalam buku itu diceritakan, di Jepang siswa dibebaskan memilih jam pelajaran sesuka hatinya sesuai dengan kemampuannya. Jadi jika ada siswa yang senang menggambar, seharian itu dia boleh menggambar. Tentunya setelah melewati mata pelajaran dasar yang ditentukan hari itu.

    Sistem pendidikan seperti ini menurut saya lebih menyenangkan, karena mendidik anak melalui apa yang digemarinya. Bahkan buku ini telah menjadi buku wajib panduan dasar pendidikan di Jepang.

    Ah ya Mas Ruri,
    saya sudah membaca tulisan terbaru dari Mas Ruri. Semoga Mas Ruri tetap tabah dan sabar. Kehilangan seseorang yang begitu dekat dan kita sayangi memang menyakitkan. Tapi Allah SWt mungkin lebih sayang dengan adik Mas Ruri. Ikhlaskanlah Mas…

    1. harusnya dicoba diterapkan sistem pendidikan seperti itu, sehingga kesannya banyak yang tidak sia2 dari pelajaran2 yg kita pelajari jauh2 hari..

      hehehe,
      makasih2, insya Allah ihlas ko mba, itu cuma lgi pengen mengenang saja,,, ya meskipun sudah ihlas namun ga boleh dilupakan bgitu..

  37. menurut saya, selain pendidikan formal kita juga harus bisa menggali potensi yang ada di dalam anak tersebut, lalu kembangkan potensi tersebut, soalnya kalo kita mengikuti pendidikanformal sampai jenjang tertinggi kadang kurang bermanfaat, sudah banyak pengganguran dari lululsan pendidikan formal. hal ini dikarenakan mereka kurtang menggali pitensi diri mereka,
    alangkah senangnya jika anda mau berkunjung di blog saya……
    http://blog.umy.ac.id/putra/

    1. sepakat,,,
      akademik saja saya kira nda cukup untuk menjamin kesuksesan…
      insya Allah meluncur ke TKP mas…๐Ÿ˜€

  38. waduh ikut kontes juga ya..
    semoga sukses aja ya

    1. makasih pak,,,, ikut ngramein aja…๐Ÿ˜€

  39. pendidikan adalah sebuah investasi masa depan
    pendidikan tidak harus didapat dengan formal, banyak sekolah informal yg bermanfaat dengan memilah dan memilih teman dalam pergaulan di masyarakat

    1. betul sekali, jadi kita tidak boleh terlalu fokus pada sekolah2 formal saja

  40. Bener banget! Sekolah gak menjamin keberhasilan anak di masa depan… Malah 75% keberhasilan ditentukan oleh didikan orangtua ya…
    Aku jg pernah ketemu orangnya.. Rekanan Papa saya, pengusaha sukses, lulusan SMA yg mempekerjakan para S2! Hehehe…

    1. subhanallaah, hebat banget tu ya bu,, karyawannya S2, juragannya cuma SMA..๐Ÿ˜€
      smoga bisa dijadikan teladan

  41. Mantap bang…sistem pendidikan disekolah yang kayaknya perlu diperbarui juga yah bang…tapi untuk kerja ijazah juga masih dipertanyakan banget yah bang…..tingkat pendidikan..dan sekolah sekarang yang mahal…gimana dengan yang kurang mampu ??? pertanyaan untuk pemerintah tuh bang…semoga anak anak indonesia yang kurang beruntung bisa sekolah …

    1. iya bu,, aduh saya pernah ngalamin gara2 nda punya sertifikat komputer mereka meragukan kemampuan saya… hiks.. hiks..
      harusnya bukan akademik saya yang diperhitungkan ya bu??๐Ÿ˜€

  42. Produk Unggulan? Semoga! *pray*:mrgreen:

    1. mari berlomba2 menjadi produk unggulan…๐Ÿ˜€

  43. Berlomba juga menghasilkan product unggulan๐Ÿ˜‰

    Semoga sucses ADUKnya …

    1. iya bu,,, aamiin…

  44. […] Menjadikan anak didik sebagai produk unggulan, karya […]

  45. selamat ya udah menang dalam acara ADUK nya PakDe.

  46. Selamat ya terpilih di ADUK, sucses …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: