Sebatas angan-angan dulu…

Hmmm… Ga tau kenapa, ko tiba2 semalem aku mikirin masa depan yah, terutama masa depan kalau nanti aku sudah nikah. Padahal belum tau siapa calonnya. Tapi ya ga salah juga kan mikirin sesuatu untuk masa depan??. Ya bukan masa depan setelah menikah saja. Sudah dari dulu pun aku sudah bercita-cita, suatu saat nanti ingin berkarir dan berkarya di kampung halamanku sendiri. Aku harus kembali, aku harus kembali…..

Tapi setelah dipikir-pikir, dianalisis, kira-kira ada peluang usaha apa yah kalau di Sirampog. Mengingat daerah Sirampog itu daerah dataran tinggi, mayoritas penduduknya bermata pencaharian bertani dan berdagang. Sedangkan aku, belum punya bakat sama sekali buat bertani ataupun berdagang. Meskipun bapak ibuku bertani, tapi aku ga bisa bertani sama sekali. Ya, mungkin karena belum mencoba aja kali sih. Kalau udah mau mencoba ya, pelan-pelan pastinya sih bakalan bisa.

Setelah berfikir ke sana kemari, ahirnya menemukan ide juga. Gimana kalau beternak aja. Ternak sapi ke atau kambing, yang penting ga mau ternak ungas2an lah. Ternak sapi, mau ternak buat daging atau diambil susunya aja, ga tau pastinya. Orang cuma baru angan2 aja.

Yang lain, kalau bertani. Pengennya memberikan warna yang beda buat pertanian di Sirampog. Sirampog sudah terkenal dengan produksi sayur mayurnya. Jadi kalau diperhatiin, hampir semua para petaninya itu menanam sayuran yang sejenis. Mereka2 tak lepas dari yang namanya sayuran Cesim, slada, muncang, kacang panjang, wortel, kentang, dll. Imbasnya ya bisa saja harga-harga penjualannya jari kurang. Karena misalnya yang lagi mahal harga muncang, terus hampir semua penduduknya menanam muncang semua. Nah giliran panen kan ahirnya produksi muncang jadi banyak. Ahirnya berpengaruh terhadap harga jual mereka. Bukannya naik harganya malah yang ada turun harganya, karena kelebihan produksi. Ya begitulah yang aku amati tentang pertanian di Sirampog.

Nah aku sendiri pengen sekali memberi warna lain, yaitu dengan menanam buah-buahan, ya pastinya yang cocok untuk kawasan pegunungan. Kayanya emang belum banyak deh yang mencoba buat terjun untuk menggeluti buah-buahan di Sirampog. Gimana kalau coba budidaya Strowbery??? Terlintas dalam benakku. Menanam Strowbery. Hmmm… Kira-kira bisa ga ya? Kalo berhasil sih kayanya bagus tuh buat hidup di kampung. Strowbery, strowbery, strowbery….. Tapi masih terbentur sama pengalaman dan pengetahuan tentang hal itu.

Gini aja deh, mending sekarang aku baca-baca dulu tentang strowbery, gimana cara proses produksinya dari pembibitan sampei pemasaran, trs cocoknya untuk daerah seperti apa, dan sebagainya. Okelah, saatnya untuk belajar….. Bismillah…

6 comments

  1. wow berkebun storwberry neh …mantap kawan pelajari yang benar biar sukses
    Mampir ketempat saya ya
    http://pitaxxx.wordpress.com/

    1. iya mas, aamiin, makasih, walopun baru cuma angan2, hehehe…
      oke, siap ke TKP,,,
      smg bsa terjalin psahabatan..

  2. strawberryx seger… kalau jadi, bagi2 y strawberryx

    1. hehe, iya mba, insya Allah, tinggal kirimin alamat aja…🙂
      boleh juga metik sendiri…..

  3. ga jadi jualan anak ndan? wah, rugi bandar ki..=((

    1. lah, ngenteni rika duwe anak ra tekan2 sih, dadine kesuwen…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: