Shalat ‘Idul Adha…

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil hamdu,,,

Alhamdulillah, di pagi hari yang cukup bersahabat ini, Rabu 17 November 2010 M / 10 Dzulhijah 1431 H, Gema takbir menggema di Tanah Baru, Depok. Meskipun sebagian masyarakat kita sudah ada yang merayakan idul adha lebih dulu yaitu kemaren. Namun semua itu tidak mengurangi rasa syukur dan khusu’ dalam beribadah kepada Allah SWT.

Alhamdulillah, pagi ini aku bisa ikut melaksanakan shalat ‘Id di Masjid Ar Rahman, Tanah Baru, Depok. Tempat dimana aku sekarang berada untuk mencari sesuap nasi dan segenggam berlian…hehehehe. Jujur, pengen banget lebaran Idul Adha bisa berada di rumah, shalat id bareng keluarga di kampung. Tapi tetep aja ga bisa, padahal sudah 5 kali shalat Id, aku ga shalat id bareng keluarga di rumah. Tapi tak apalah, yang penting niat ibadah.

Aku berangkat ke Masjid Ar Rahman, sekitar pukul 06.00 WIB. Sudah pasti jamaahnya bakalan membludak ni. Masjid bakalan jadi sempit. Padahal Ar Rahman baru saja dipugar biar tambah luas. Tapi tetap aja kalau momen-momen kaya gini, masjid tetep ga mampu menampung semua jamaah. Wah, pemandangan yang sangat mengagumkan, kalau saja itu terjadi setiap hari. Dimana orang-orangnya memiliki semangat yang luar biasa untuk datang ke Masjid. Tapi sayangnya, ya tiap hari mah ga kaya gitu. Hehehehe…

Laki-laki perempuan, tua muda, gede cilik, semua pada membludak di Ar Rahman. Ahirnya ya mau ga mau, jalan di depan Masjid pun ahirnya terpakai untuk para jamaah dengan beralaskan tikar/koran dan sajadah. Tetap aja semangat, ga ngurangin rasa syukur dan niat ibadah kepada Allah. Termasuk aku juga, ga kebagian ruang di Masjid, ahirnya ya gelaran koran & sajadah aja di jalan sama jamaah yang lain.

Tak lama, sekitar pukul setengah tujuh, shalat dilaksanakan dengan khusu’ dan dilanjutkan dengan hutbah Idul Adha, yang mana inti dari hutbahnya adalah agar kita bisa meneladani Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan juga Siti Hajar. Ya, memang begitulah awal sejarah adanya Idul Adha/Qurban. Dimana seorang Nabi Ibrahim, seorang ayah yang cinta kepada keluarganya, tapi Beliau lebih cinta kepada Allah, sehingga apapun rela dikorbankan untuk Allah, termasuk saat disuruh mengorbankan anaknya (Nabi Ismail) untuk disembelih.

Ayah mana coba sekarang yang bisa seperti itu. Ada juga kalaupun nyembelih anaknya, itu emang karena nafsu amarah atau lagi kerasukan syetan. Bukan nyembelih karena ibadah kepada Allah, tapi membunuh karena angkara murkanya.

Sebagai seorang anak, Nabi Ismail juga termasuk anak yang berbakti. Selain taat kepada orangtuanya, beliau juga lebih taat dan lebih cinta kepada Allah. Sehingga suatu ayahnya memberitahukan kepada Nabi Ismail, bahwa Allah telah memerintahkannya untuk menyembelih Nabi Ismail, Nabi Ismail tidak memberontak ataupun ketakutan. Karena perintah itu adalah datangnya dari Allah. Nabi Ismail pun dengan keihlasan dan kecintaan kepada Allah, bersedia untuk disembelih oleh ayahnya sendiri. Sungguh pelajaran yang sangat luar biasa buat kita sebagai seorang anak.

Bukan hanya pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail saja, tapi juga termasuk istri dari Nabi Ibrahim yang juga Ibu dari Nabi Ismail itu sendiri. Kalau difikir secara rasional, mana ada seorang Ibu yang merelakan anaknya untuk disembelih, oleh ayahnya sendiri lagi. Sedang waktu itu, anaknya sedang lucu-lucunya, juga kehadiran anak itu juga adalah setelah penantian yang sangat panjang. Tapi memang bener2 kecintaan kepada Allah melebihi segalanya, Siti Hajar pun merelakan anaknya untuk dikorbankan kepada Allah SWT.

Allahu Akbar, kuasa Allah memang besar, dan pastinya bagi yang senantiasa cinta kepadaNya, maka Allah pun tidak akan menyia-nyiakan hambaNya. Sebagai balasan terhadap cinta ketiga hambaNya itu, ahirnya yang sedianya Nabi Ismail akan disembelih untuk dikorbankan kepada Allah, ahirnya dengan kuasa Allah, dan juga sebagai bukti balasan terhadap cinta yang diberikan hambanya itu, maka Nabi Ismail pun pada saat akan disembelih, ahirnya diganti dengan seekor domba. Nabi Ismail pun tidak jadi disembelih. Kalau jadi disembelih, mungkin sekarang aku juga sudah siap2 buat jadi korban kali ya,,, hehehe,,,, Ya itulah bukti balasan cinta dari Allah terhadap hamba-hambanya yang juga mencintaiNya.

Ya, itulah garis besar sejarah dari adanya Idul Qurban. Intinya ya kaya gitu. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dan dapat menauladani kecintaan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan juga Siti Hajar di zaman sekarang ini. Mari berkurban bagi yang sudah mampu.

Itulah sebagian dari isi hutbah tadi pagi, sepulang shalat, aku makan ketupat sayur, kebetulan yang punya kontrakan orangnya baik. Jadi ini ketupat sayur juga dikasi sama yang punya kontrakan. heheh,, makasih…..

Ehmm,, mau ngapain lagi yah,,, Oya, kebagian jatah ga yah?? hihihi,,, kayanya sih dapet, kan udah dibagiin kuponnya….qkqkqkqk,, Alhamdulillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: