Renungan Pagi….

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Firman Allah SWT yang disebut berulang-ulang dalam QS. AR Rahman ini, adalah sebagai penegasan buat kita untuk selalu mensyukuri apa-apa yang ada pada diri kita. Apapun yang kita punyai, apapun yang terjadi pada diri kita, semuanya dari Allah, dan wajib akan kita mensyukurinya. Tidaklah Allah menciptakan apa-apa yang ada di dunia ini dengan sia-sia, semuanya pasti ada manfaatnya. Tentunya bagi orang-orang yang mau berfikir.

Bersyukur tidak hanya kita lakukan ketika baru saja mendapat hadiah, bonus, ataupun kebahagian lainnya. Bahkan sejak dari bangun tidurpun kita harus bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah. Coba kita renungkan ketika bangun tidur, kemaren rasa-rasanya lelah sekali setelah seharian bergulat dengan kerjaan yang menumpuk dan menguras stamina, tapi setelah dibawa tidur, rasanya hilang semua kepenatan itu, dan kini bisa untuk memulai aktifitas seperti biasanya lagi dengan fikiran yang jernih. Semuanya telah Allah berikan kepada kita sebuah keseimbangan yaitu dengan adanya siang dan malam. Allah SWT memberi kita waktu untuk bekerja juga memberikan kita waktu untuk istirahat. Firman Allah dalam Surah Al Furqan: 47.

“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. ”

Bahkan sebelum memulai aktifitas seperti biasa lagi, begitu bangun tidur, masih banyak hal-hal yang begitu besar yang tentunya akan menambahkan rasa syukur kita kepada Allah kalau kita mau berfikir. Kita harus bersyukur, Alhamdulillah ternyata masih bisa bangun lagi, masih bisa bernafas lagi, masih bisa menghirup udara pagi, masih bisa melihat terbitnya matahari. Bisa bangun lagi itu adalah nikmat yang sangat luar biasa, padahal malamnya kita telah berada di alam bawah sadar. Selai itu juta di saat tidur, dan tanpa kesadaran pada diri kita, apakah ada yang menjamin bakalan bisa bangun lagi besok paginya. Coba bayangkan, saat sedang tidur, tiba-tiba ada musibah, bencana datang, longsor, banjir bandang, atau gas meledak sehingga terjadi kebakaran, sedang diri ini sedang dalam keadaan tidak sadar. Bisa saja kalau Allah berkehendak, itu merupakan ahir dari hidup kita di dunia.

Tapi Alhamdulillah, pagi ini ternyata masih bisa bangun pagi, masih bisa shalat subuh, masih bisa berbicara, masih diberi kesempatan buwat menyapa sahabat dan teman-teman.  Syukurku padamu ya Rabbi…

Itu saja beru sekedar dengan kata-kata “TIDUR”, nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita sungguh luar biasa besarnya. Apalagi jika mau itung-itungan secara keseluruhan, sungguh kalaupun laut samudra sebagai tinta dan pohon2 sebagai pena, tak akan mampu untuk menghitung nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kita. Subhanallah….

Jadi, kapan pun dan dimanapun, kita wajib bersyukur kepada Allah. Bangun tidur jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah, supaya aktifitas yang akan kita jalani setelah itu bisa berjalan dengan lancar, berkah dan tentunya mendapat ridho Allah SWT. Mulailah aktifitas dengan selalu mengingat Allah, agar kita bisa tetap menjadi manusia-manusia yang ahli syukur. Insya Allah…

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”  (QS An Naml: 19)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: