Menyikapi Perpisahan….

Perpisahan ada karena adanya pertemuan, perpisahan ada karena telah bersama, perpisahan ada karena telah berkumpul, terhimpun menjadi sebuah bagian. Tidak bisa dipungkiri lagi, kalau kebersamaan itu pasti akan terasa indah. Apalagi kalau bisa bersama dengan orang-orang yang kita sayangi. Indahnya sebuah kebersamaan, begitulah jorgan-jorgan yang sering kita dengarkan.

Awal mula kita bertemu, kemudian bisa bersama, itu adalah saat2 yang indah. Melewati hari demi hari bersamanya, sungguh begitu indah di hati. Jika pertemuan itu terasa indah, seharusnya perpisahan pun harusnya menjadi sesuatu yang indah pula. Indahnya sebuah perpisahan,,,, Hmmm… Melawan kenyataan kayanya…..🙂

Karena memang demikian adanya. Kita selalu mengidentikan perpisahan dengan suatu kesedihan, sesuatu yang menyakitkan, sesuatu yang sangat tidak bisa diterima oleh hati kita dan tentunya tiada seorang pun yang mau menghendaki perpisahan itu. Itu emosi kita dan itu sangatlah wajar bagi kita sebagai manusia biasa.

Padahal tidak semuanya seperti itu. Seringnya kita hanya berfikir secara emosional saja, tanpa memikirkan dan melihat mengapa itu terjadi, apa penyababnya dan apa hikmah dibalik semua itu. Kita sering lupa kepada kehendak Allah, kita lupa kepada Allah SWT. Sebab yang menjadikan apa yang ada di kehidupan kita adalah Allah SWT. Dialah yang membuat skenario hidup kita. Kita tidak mengingat Allah setiap menghadapi suatu masalah, kita jarang mengingat Allah ketika sedang melakukan sesuatu, sehingga kalau apa yang kita kerjakan itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan, ujung2nya kita menjadi merasa terpuruk, larut dalam kesedihan. Bahkan ada yang sampe mengatakan ini tidak adil buatku. Padahal itu adalah kehendak Allah SWT.

Begitupun perpisahan. Adakalanya dengan perpisahan justru akan membaut kita menjadi lebih baik. Kebersamaan tak selamanya juga akan menjadi baik. Contoh gampangnya adalah saat kita masih sekolah misalnya, kita terkumpul menjadi satu bagian, menjalani hari2 di sekolah bersama, namun pada saatnya nanti kita harus berpisah. Karena Allah telah menentukan yang terbaik untuk kita. Dengan seizin Allah, ada yang terdampar di Bandung, Jogja, Semarang, Jakarta, dan kota-kota lain, itu semata-mata karena Allah sudah menetapkan yang terbaik untuk kita, bahwa di tempat itulah segala angan dan cita2 akan tercapai. Tidak mungkin cita2 kita akan tercapai kalau terus bersama berkumpul di satu tempat saja. Itulah rencana Allah yang menghendaki kita untuk berpisah, berpisah secara raga sedangkan hati insya Allah masih satu dalam ikatan-Nya.

Berpisah dengan pasangan hidup pun sama. Manusiawi memang kalau merasa sedih seandainya harus berpisah dengan orang yang kita sayangi dan kita harapkan kelak bisa menjadi pendamping hidup. Tapi apa iya, kita akan larut dalam hal ini. Apa  iya itu adalah yang terbaik untuk kita? Menurut kita mungkin dialah yang terbaik, tapi di sini ada Allah SWT. Sedangkan urusan jodoh adalah sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Percayakan semuanya pada Allah, ihlas, sabar dan tawakal itulah jalan terbaik. Allah SWT tidak akan membiarkan makhluknya menderita, Allah tidak akan mendzalimi makhluknya. Percayalah, kalau memang harus berpisah, yakinkan hati bahwa ini adalah kehendak Allah SWT, dan memang itu bukan yang terbaik untuk kita. Bukannya Allah ga sayang sama kita, justru Allah sangat menyayangi kita, karena Allah sebenarnya sudah mempersiapkan yang terbaik sebagai penggantinya untuk kita. Tinggal kitanya saja bisa ihlas dan sabar apa ngga dengan jalan Allah ini. Kalau kita ihlas dan sabar dalam menjalani skenario Allah yang ternyata telah digariskan buat kita seperti ini, Insya Allah, kemudahan pun akan berpihak pada kita. Kita tidak akan larut dalam kesedihan. Untuk apa kita meratapi hal-hal semacam ini.

Sungguh rencana Allah memang indah untuk kita. Kita dipisahkan dengan orang yang kita sayangi misalnya, itu karena Allah merasa cemburu, sebab Allah merasa kurang diperhatikan oleh kita. Kita semakin jauh dari Allah karena terlalu menyangi sesama hambanya. Dipisahkan dengan orang2 yang kita sayangi, karena Allah hanya ingin cinta kita berlabuh padaNya. Subhanallah, cemburu itukan katanya tandanya cinta, mulia sekali karena yang cemburu sama kita adalah Allah. Dan alangkah bodohnya kita jiga tidak sadar akan hal itu. Allah sungguh2 sangat  mencinti dan menyangi kita, tapi kita mengacuhkan Dia. Astaghfirullah… Ampuni hambamu ya Allah…. Cinta dan sayangMu sungguh luar biasa. Niscaya tidaka akan ada perpisahan antara cinta Allah dan hambanya, sehingga tidak akan ada yang namanya kesedihan. Yakinlah setelah kita bisa mencintai Allah, Dia pasti akan memberikan kepada kita cinta yang lain…… subhanallah…..

Jangan lagi bertanya kenapa harus berpisah, tapi tanyakan kenapa harus bertemu?

Pertemuan didasari karena Allah, perpisahanpun juga harus dilandasi karena Allah SWT, sehingga kita akan tetap terhimpun dalam satu tali ikatan-Nya. Insya Allah…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: