KALIGIRI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam semuanya, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin… Kali ini aku akan menulis tentang salah satu wilayah yang berada di Kecamatan Sirampog yaitu Kaligiri. Yups, Kaligiri…. Dilihat dari namanya saja mungkin orang berfikiran, wah, pasti banyak kalinya (sungai). Ya ga salah juga, Kaligiri dikenal dengan sumber mata airnya yang besar, pemandangan alam yang indah, dan tentunya dengan warga-warganya yang ramah. Ingin tau lebih lanjut tentan Kaligiri, langsung saja berkunjung ke Kaligiri. Mariii…….

KALIGIRI

Kaligiri, adalah salah satu wilayah yang berada di kecamatan Sirampog. Letaknya kira-kira 10 km-an dari pusat kecamatan sirampog. Kaligiri sebagai kelurahan terdiri dari 8 dusun yaitu Dukuh Slada, Lagaran, Graul Petung, Graul Gudang, Graul Wuru, Graul Karet, Dukuh Pereng dan Pakishaji.

Kaligiri terletak pada ketinggian rata-rata 900 meter diatas permukaan air laut, bersuhu dingin.  Berbatasan langsung dengan Desa Sridadi, Desa Mendala, juga berbatasan langsung dengan kabupaten Tegal. Hanya dipisahkan oleh Sungai yang besar, yang dikenal dengan nama Kali Pedes.

Kaligiri berbatasan langsung oleh hutan pinus. Hutan yang sangat rindang dengan pohon-pohon pinusnya, begitu menjadi pemandangan tersendiri di wilayah itu.  Kalau masih berbicara masa dulu, hutan pinus yang masih rimbun, banyak sekali binatang2 yang menghuni di dalamnya. Tapi sekarang, akibat krisis moneter dulu, akibatnya hutan-hutan ditebang untuk dijadikan lahan pertanian oleh penduduk di sekitar hutan tersebut. Akibatnya hutan beralih menjadi lahan pertanian. Tapi, sekarang sudah mulai dikembalikan lagi fungsinya, mengingat akibat-akibat dari pengalihan fungsi hutan tersebut, seperti sering terjadi bencana longsor ketika musim hujan.

 

Hutan yang gundul

Reboisasi

 

Dari delapan dusun yang ada, Kaligiri juga kaya akan ragam budaya. Ambil contoh saja dalam logat bahasa. Yang paling mencolok adalah di Dukuh Slada. Daerah yang berdekatan dengan Lagaran ini cenderung logat bahasanya sama dengan daerah yang berada di wilayah Kabupaten Tegal (Bumijawa). Bisa saja karena mengalami akulturasi budaya, tapi lebih dominan ke daerah Bumijawa sana. Lagaran saja yang berdekatan dengan Dukuh Slada tida mengalami akulturasi budaya, jadi masyarakat Lagaran masih mempunyai logat bahasa yang masih sama seperti masyarakat Kaligiri umumnya.

bertaniMasyarakat Kaligiri sebagian besar bermata pencaharian bertani dan berdagang. Dengan kondisi alam yang berupa pegunungan, sebagian besar mereka bercocok tanam berupa sayur mayur. Komoditi yang dihasilkan berupa Slada, cesim, kentang, wortel, sledri, bawang, dsb. Slada sendiri merupakan produk sayuran utama dari daerah Lagaran. Tidak hanya sayuran saja, untuk yang berada di wilayah bawah biasanya bercocok tanam berupa padi.

 

Panen

 

Bagi yang berdagang, selain berjualan sembako di warung-warung, ada juga yang berjualan sayuran yang langsung didistribusikan ke luar daerah. Misalnya di Bumiayu, Linggapura, Ajibarang, Cilacap, dll. Bagi yang berjualan di daerah Bumiayu dan sekitarnya, para pedagang biasa berangkat ketika hari masih pagi buta. Sebelum adzan subuh mereka sudah berangkat dari rumah.

 

Tanaman Slada

 

 

Kol

 

Selain berdagang dan bertani, warga Kaligiri juga banyak yang memelihara hewan ternak, seperti kambing, sapi, kerbau, ayam dan jenis unggas lainnya. Tapi kebanyakan bahkan hampir semuanya hanya sebagai sampingan saja. Belum ada yang menekuni secara total dalam bidang peternakan.

 

Kambing Gembel

 

 

Sapi

 

Pendidikan di wiilayah Kaligiri cukup bagus dengan berdirinya sarana pendidikan yang ada.

Sekolah Dasar

  1. SD Negeri 1 Kaligiri, berlokasi di Lagaran
  2. SD Negeri 2 Kaligiri, berlokasi di Pakishaji

Sekolah Menengah Pertama

  1. SMP Negeri 2 Sirampog, berlokasi di Pakishaji
  2. MTs Ma’arif, berlokasi di Pakishaji

Selain itu, di Lagaran juga terdapat Madrasah Diniyah Awaliyah.

 

SD Kaligiri 1

 

 

SMP N 2 Sirampog

 

Wilayah Kaligiri sebenarnya cukup berpotensi untuk dijadikan objek wisata. Hal ini didukung dengan nuansanya yang asri, dengan pemandangan yang mempesona, hutan pinus yang sekarang juga sudah kembali ke fungsi awalnya. Tentunya yang sudah terkenal di masyarakat luar adalah Mata Air Kaligiri (Tuk Kaligiri). Sumber mata air dengan debet air mencapai 200 liter/detik, sudah dijadikan sumber mata air untuk daerah Tegal dan Brebes. Pemandangan di sekitar mata air juga sangat bagus.  Masuk ke hutan Pinusnya, tepatnya di sebelah aliran Kali Pedes yang menjadi pembatas wilayah Brebes dan Tegal, terdapat sumber mata air panas. Belum diketahui secara jelas berapa debet air panas tersebut, yang pasti air itu masih mengalir terus sampai sekarang. Mungkin karena belum disentuh oleh Pemda maupun investor, jadinya masih murni seperti itu. Dibiarkan saja seperti adanya.

Kalau bisa dikelola dengan baik, Kaligiri bisa menjadi wilayah yang makmur dengan adanya pemasukan dari apa yang ada di wilayah tersebut. Dari Mata Air Kaligiri, sebenarnya sudah bisa menjadikan Kaligiri lebih baik dari infrastruktur misalnya.

Antar daerah dihubungkan oleh jalan darat yang belum begitu memadai untuk dilalui oleh kendaraan. Belum mencerminkan wilayah tersebut telah dikatakan makmur. Jalan penghubung antar wilayah masih beruba batu-batuan yang ditata sedemikian rupa. Sebenarnya sudah dilakukan pengerasan jalan dengan dilakukan pengaspalan. Namun mungkin karena kondisi infrastruktur tanah di daerah tersebut yang kurang bagus, ataupun kurang maksimalnya dalam pembangunan jalan tersebut, jadinya pengaspalan cuma bagus di awal. Yang paling parah adalah jalan yang akan menuju ke Dukuh Slada terutama di atas Lagaran. Aspal-aspal sudah terseret arus. Yang ada hanya batu-batuan yang kondisinya sudah sangat berbahaya untuk dilalui kendaraan bermotor. Akses termudah seharusnya adalah antara Lagaran dan Graul Petung, karena posisi dua tempat itu kalau digambarkan adalah sejajar. Hanya saja pas ditengah-tengah jalan penghubung, tepatnya di PAM, itu kondisi tanahnya labil. Sehingga sering terjadi pergeseran jalan, yang menjadikan jalan itu tidak pernah bagus. Itu mungkin karena pengaruh kandungan air di sekitar PAM yang sangat banyak dan juga mungkin karena bekas pengeboran di masa lalu.

 

Jalan Penghubung Lagaran - Graul Petung

 

Saat ini, pemerintahan Kaligiri dipimpin oleh seorang Kepala Desa dibantu oleh pamong-pamong desa. Merekalah yang mengatur jalannya pemerintahan di Kaligiri. Kantor kepala desa yang merupakan pusat pemerintahan Kaligiri berada di Graul Gudang.

 

Gr. Gudang (Depan Balai Desa Kaligiri)

 

“mabruri_22”

5 comments

  1. wkwkwkw…. kok akses jalan menuju Kaligiri ora dibahas??

    1. hjehehehhe,,,, nek iku tah lingkupe SIRAMPOG,,,, kye tah ceritane lagi bahas ws nang Kaligirine,, critane ws anjog kaligiri, anggep bae penak men dalane nek dolan meng Kaligiri….hahahaha

  2. Salam Takzim
    Ini juga nanti saya pinjam Piss bang
    Salam Takzim Batavusqu

    1. monggooo bang Is…🙂

      salaam

  3. […] berita yang saya baca pagi tadi dari sebuah media di sini. Mata Air Kaligiri yang berada di Desa Kaligiri, Kec. Sirampog merupakan suatu aset yang sangat berharga khususnya untuk wilayah Brebes dan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: